Banyaknya massa aksi memaksa petugas memberlakukan pengalihan arus di ruas jalan RA Basuni Sooko.
Massa aksi perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) bertahap meluruk Pengadilan Negeri Mojokerto sekitar pukul 09.00.
Tak hanya dari Mojokerto, ratusan pesilat datang mengendarai motor dari sejumlah daerah sekitar. Mulai dari Jombang, Sidoarjo, hingga Surabaya.
Tak hanya tangan kosong, massa konvoi membawa sejumlah atribut perguruan. Mulai dari seragam, syal hingga bendera berlogo PSHW.
Kedatangan mereka di PN Mojokerto disambut pengamanan ketat sejumlah petugas Polres Mojokerto dan Kota.
Tampak petugas bersenjata lengkap disiagakan di lokasi. Baik senjata pemukul hingga gas air mata. Hal ini tak lain untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan dan hal yang tak diinginkan di lokasi.
Bahkan, petugas memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di Simpang Penarip, Kecamatan Kranggan, dan Simpang Empat Sooko.
Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di ruas jalan RA Basuni. Lantaran ratusan massa aksi konvoi memadati dan menutup dua arah jalan.
Pantuan di lokasi, hingga pukul 11.40 ratusan pesilat belum bergerak dari PN Mojokerto. Sejumlah petugas kepolisian pun masih disiagakan di lokasi. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah