Satu kasus penyerangan anggota PSHT di Kecamatan Kutorejo telah terungkap dan diproses hukum.
Sementara penyerangan anggota IKSPI Kera Sakti di Kecamatan Mojosari telah disepakati untuk diselesaikan bersama pihak terkait.
Aksi penyerangan dan perampasan oleh sekelompok orang tak dikenal yang dialami anggota PSHT Kutorejo saat latihan 22 Oktober lalu telah diungkap Korps Bhayangkara.
Sebanyak enam pelaku berhasil dibekuk pada 1 November. Para pelaku lantas diproses hukum lantaran menggondol buku materi jurus, uang kas sekitar Rp 500 ribu hingga merusak motor milik pesilat di lokasi.
”Untuk penyerangan di Kutorejo sudah selesai kami ungkap,” ujar Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Imam Mujali.
Lain halnya dengan penyerangan dan penjarahan yang dialami anggota IKSPI Kera Sakti di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, yang sedang latihan 27 Oktober lalu.
Aksi yang mengakibatkan raibnya tiga smartphone dan sakral serta pengrusakan motor milik anggota IKSPI tersebut telah diselesaikan.
”Laporan (dari IKSPI) sudah dicabut. Sudah diselesaikan bersama-sama setelah kita undang semua perwakilan perguruan silat beberapa waktu lalu. Ini salah satu upaya kita bersama agar harkamtibmas tetap terjaga dan kondusif,” urai eks Panit II Unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim ini.
Terpisah, Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Mojokerto M Afandi membenarkan adanya pencabutan laporan polisi yang sempat dilayangkan tersebut.
Menurutnya, keputusan tersebut dipilih untuk menjaga kekondusifan di tengah masyarakat.
”Iya, sudah dicabut kapan hari waktu rapat koordinasi dengan semua perguruan silat di mapolres. Ada beberapa pertimbangan, salah satunya aktif tersebut pelakunya mengarah ke oknum saja,” bebernya.
Tak hanya itu, pencabutan laporan polisi tersebut dibarengi dengan penggantian kerugian imbas aksi penyerangan dan penjarahan tersebut oleh pihak terkait.
”Juga sudah ada ganti rugi. Tapi itu bukan alasan utama kita. Kita berbesar hati agar hal seperti ini berhenti di sini. Supaya tidak ada lagi aksi anarkis yang menyangkut perguruan silat,” sebut Afandi.
Seperti diketahui, ratusan anggota IKSPI Kera Sakti meluruk Mapolres Mojokerto, Minggu (29/10) malam.
Mereka mendesak kepolisian agar segera menangkap oknum penyerangan dan penjarahan anggotanya di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, yang sedang latihan Jumat (27/10) malam.
Meski tidak sampai menimbulkan korban luka, peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah kerugian.
Yakni raibnya tiga smartphone dan sakral yang digondol kawanan pelaku. Selain itu, lima motor milik anggota IKSPI yang terparkir turut dirusak pelaku.
Kebetulan, aksi penyerangan tersebut hanya berselang beberapa saat setelah aksi konvoi ratusan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ke Mapolres dibubarkan.
Malam itu, PSHT meminta polisi mengusut tuntas penyerangan orang tak dikenal yang menyasar anggotanya di Kutorejo Minggu (22/10) dini hari. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah