Pelaku ditangkap saat sedang pulang di kosannya tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Kini petugas tengah memburu empat orang pelaku lainnya.
Pelaku adalah Bobby Putra Elika, 22, warga Dusun/Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko.
Pelarian Bobby terhenti setelah diringkus tim gabungan Unit Reskrim Polsek Sooko dan Tim Resmob Satreskrim saat sedang pulang ke rumahnya, Selasa (28/11) dini hari.
"Pelaku kami tangkap saat sedang pulang ke kosannya sekitar pukul 01.00," ujar Kapolsek Sooko AKP Suwarso.
Oleh petugas, Bobby langsung dikeler ke Mapolsek Sooko untuk dimintai keterangan.
Terlebih, sekitar tiga pekan ini pelaku dan kawanannya langsung melarikan diri usai menganiaya petugas PLN.
"Pelaku ini (Bobby) statusnya residivis kasus narkoba dan penganiayaan. Dan memang pelaku ini preman pasar," ungkap Suwarso.
Tak berhenti di sini, lanjut Suwarso, korps Bhayangkara tengah memburu empat orang pelaku lainnya. Yang terindikasi sedang melarikan diri ke luar daerah.
"Empat pelaku lainnya sedang dalam pengejaran. Sudah kita ketahui identitasnya. Sebenarnya mereka ini masih ada hubungan keluarga dengan pelaku (Bobby)," urai mantan Kasat Samapta Polres Mojokerto ini.
Atas aksinya, preman yang biasa mangkal di Pasar Rakyat Kedingmaling ini dijerat Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang Pengeroyokan.
"Sesuai pasal yang dikenakan, ancaman pidananya maksimal lima tahun lebih," sebut Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Abdul Wahib, menambahkan.
Disinggung soal peran Bobby dalam pengeroyokan ini, pihaknya belum bisa bicara banyak.
"Saat ini masih belum bisa kami sampaikan karena masih didalami. Yang jelas, pelaku bersama-sama melakukan pengeroyokan," tandas Wahib.
Seperti diberitakan sebelumnya, Khoirul Aksin dan Aris Saputra, petugas bagian penanganan gangguan PLN, dikeroyok sekawanan pemuda tak dikenal di Dusun/Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kamis (9/11) pagi.
keduanya dihajar sekitar 5 orang tak dikenal saat hendak sarapan di salah satu warung di pojok selatan Pasar Rakyat Kedungmaling.
Tanpa tahu penyebabnya, Aksin dan Aris digebuki pelaku dengan balok kayu dan batu saat baru tiba di lokasi.
Nyawa keduanya selamat setalah berhasil melarikan diri dari lokasi.
Kendati begitu, Aksin harus mendapat perawatan medis di RS Dian Husada lantaran kepalanya bocor dan mendapat enam jahitan.
Sedangkan Aris, mengalami luka lebam di bagian tangan hingga punggungnya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah