Selain mengantisipasi maraknya aksi kriminalitas, peningkatan pengawasan ini juga untuk mengawal pesta demokrasi berjalan aman dari gangguan keamanan.
Tidak hanya kawasan pertokoan dan perbankan, penjagaan juga ditingkatkan sampai ke SPBU dan Gardu Induk PLN.
Termasuk juga kantor-kantor penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu yang disiagakan puluhan personel setiap harinya.
Dialog dengan masyarakat juga ditekankan agar petugas sigap ketika mendapati adanya gangguan keamanan dan ketertiban.
’’Kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sudah berjalan sepekan lalu. Objek vital yang berbasis perekonomian lebih ditekankan pengawasannya karena potensi gangguan keamanannya lebih besar,’’ ujar Kasatsabhara Polres Mojokerto Kota, AKP Anang Leo Afera.
Untuk lebih mengefektifkan pengawasan, ratusan personel dibekali dengan kendaraan pengurai massa dan senjata lengkap selama berjaga.
Bekal tersebut untuk mempermudah petugas dalam mendeteksi aksi kejahatan.
Meski begitu, ratusan personel tetap diminta menjaga kekondusifan wilayah dengan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
’’Kami bekali motor raimas sampai mobil patroli blue light agar bisa menyentuh sampai ke gang-gang. Tetap dengan pendekatan dialog agar masyarakat merasa aman dan nyaman,’’ tandasnya.
Untuk mengantisipasi potensi konflik selama tahapan pemilu berjalan, Anang Leo juga menyiagakan personelnya di kantor KPU dan Bawaslu.
Tidak hanya di tingkat daerah, ke depan personel juga akan disiagakan sampai level kecamatan dan kelurahan di hari-hari mendekati coblosan.
’’Nanti kalau semua kantor penyelenggara pemilu sudah terbentuk di tingkat kecamatan dan kelurahan, akan kami siagakan petugas,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah