Menurut kepolisian, aksi itu terpicu tindakan kekerasan terhadap anggota perguruan yang berlatih di Balai Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Minggu (22/10).
Ada enam pelaku yang diamankan kepolisian. Mereka berasal dari perguruan lain dan melakukan kekerasan. Kawanan pelaku menyerang markas latihan di Kutorejo dilandasi ketersinggungan.
’’Dari enam pelaku, dua orang di antaranya usia dewasa. Empat pelaku lainnya masih anak dan berstatus pelajar,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Imam Mujali, saat pers rilis di Mapolres, Kamis (2/11).
Dua pelaku dewasa adalah Diyo Duta, 19, asal Kecamatan Mojosari, dan Daroin Fanani, 18, asal Kecamatan Ngoro.
Keenam pelaku ditangkap Rabu (1/11) di rumah masing-masing. Itu dilakukan selepas polisi melakukan penyelidikan.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Seperti, dua unit motor, dua ponsel, hingga rekaman CCTV di sekitar lokasi.
’’Termasuk sisa pembakaran tas dan buku materi jurus silat. Oleh mereka buku materi jurus ini dibakar, kita amankan sisa pembakarannya,’’ paparnya.
AKP Imam menyebutkan, kedua pelaku dewasa punya peran berbeda. Ada yang memprovokasi melakukan penyerangan.
Ada yang melakukan sweeping dan pengerusakan. ’’Tersangka ada juga yang memerintahkan untuk membakar barang bukti hasil kejahatan itu,’’ tutur Imam.
Kedua pelaku dewasa dijerat pasal berbeda. Diyo dikenakan Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan dan Pasal 221 KUHP tentang Menghilangkan Barang Bukti. Sedangkan Fanani, dijerat Pasal 170 tentang Pengeroyokan.
’’Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara. Untuk empat pelaku anak sementara kami kembalikan ke orang tua, tidak kami tahan. Namun tetap kami proses sesuai sistem peradilan pidana anak (SPPA),’’ tandas eks Panit II Unit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim ini.
Aksi penyerangan pada Minggu (22/10) dini hari tersebut dilakukan oleh sekitar 20 orang.
Tanpa mengenakan atribut perguruan silat, kawanan pelaku meluruk Balai Desa Windurejo yang jadi tempat latihan sambil membawa senjata tajam dan pentungan.
Mereka lantas mengacak-acak tempat latihan serta merusak motor dan mengambil tas berisi uang kas rayon Rp 500 ribu, buku materi jurus dan sakral.
’’Melihat gerombolan pelaku, korban langsung lari menyelamatkan diri. Setelah merusak motor dan mengambil barang, pelaku menuju ke Simpang Pesanggrahan,’’ tukas kasatreskrim.
Aksi penyerangan tersebut, lanjut Imam, disinyalir karena adanya ketersinggungan.
’’Tidak ada masalah besar, hanya tersinggung. Lalu mereka mengajak temannya untuk melakukan penyerangan,’’ simpul AKP Imam. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah