Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Siagakan Petugas, Sanksi Pelanggar, Polisi Evaluasi Empat Laka Maut di Kawasan Industri dan Zona Sekolah

Farisma Romawan • Sabtu, 9 September 2023 | 21:00 WIB

DIEVAKUASI: Jasad korban dievakuasi petugas medis ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk divisum, Kamis (7/9).
DIEVAKUASI: Jasad korban dievakuasi petugas medis ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk divisum, Kamis (7/9).
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan tiga nyawa melayang, Kamis (7/9) langsung dievaluasi Satlantas Polres Mojokerto.

Kemarin, Unit penegakan hukum (gakkum) bersama Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) langsung menyiagakan petugas yang siap menindak para pelanggar lalu lintas.

Khususnya di daerah-daerah rawan dengan tingkat kepadatan tinggi, seperti kawasan industri Ngoro hingga zona pendidikan di kawasan Mojosari, Pungging, hingga Ngoro.

Sanksi teguran dan himbauan baru bisa diberikan petugas kepada para pelanggar yang tidak mematuhi aturan berkendara.

Utamanya pemotor yang tidak menggunakan helm, dibawah umur, hingga yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Tiga jenis pelanggaran tersebut dinilai sebagai faktor utama munculnya insiden kecelakaan.

Termasuk juga bagian dari tujuh prioritas Operasi Zebra Semeru 2023 yang berjalan mulai 4 hingga 17 September nanti.

’’Kami berikan teguran dan himbauan dulu. Karena saat ini prioritas utama Operasi Zebra adalah memberikan edukasi kepada pengendara agar taat aturan,’’ ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Wihandoko.

Tidak sekadar menjaga di daerah rawan, pihaknya juga meminta petugas untuk siaga di jam-jam sibuk.

Seperti pagi dan sore hari sebagai waktu berangkat dan pulang aktivitas, baik sekolah maupun bekerja. Pihaknya meminta petugas tegas dalam menindak para pelanggar.

Yakni dengan mengamankan mereka ke mapolres sebelum dilakukan tindakan tilang.

Cara tersebut diyakini dapat menjadi pelajaran bagi pengendara nakal sekaligus sebagai upaya untuk meminimalisir angka kecelakaan.

’’Jika perlu, akan diamankan dulu untuk dimintai keterangan sebelum nantinya dikenakan sanksi tegas. Sekaligus untuk mengantisipasi tindakan kriminal di jalanan,’’ imbuhnya.

Sebelumnya, empat peristiwa laka lantas berakibat fatal terjadi sejak Kamis (7/9) pagi hingga sore.

Diawali tabrakan antara truk tangki air dengan pesepeda yang terjadi di Jalan Raya Mojosari-Prambon, Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kamis (7/9) dini hari.

Ponisih, pesepeda perempuan tewas seketika saat hendak menyeberang jalan. Lalu, AHR, 16, pelajar asal Kecamatan Ngoro yang tewas saat berangkat sekolah.

Motor N-Max yang dikendarai menghantam ban belakang kiri truk fuso yang putar balik di Jalan Raya Dusun Kecapangan, Desa/Kecamatan Ngoro.

Tak berselang lama, pemotor perempuan yang tengah hamil tiga bulan juga tewas diseruduk kendaraan yang melaju beriringan dari belakang saat melintas di Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro.

Kemudian, Marjaid, 70, warga Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro yang terlibat tabrakan dengan pemotor lainnya di jalanan desanya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Laka #polres #tewas #mojokerto