Buruh pabrik bahan sepatu PT Barsindo Mitra Sejati ini juga mengurungkan niatnya makan siang di warung tegal (warteg) Yuk Sul demi bisa menyelamatkan nyawa korban.
Bersama warga sekitar dan relawan PMI Kota Mojokerto, korban pun dievakuasi ke RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk ditangani tim medis secara intensif.
Belum diketahui, apa penyebab korban terbujur dan berlumuran darah akibat luka di kepala di dapur warung yang disewanya itu.
Namun, kondisi warung saat itu diakui Suprayitno tak seperti biasanya. Selain kondisi warung yang sepi, motor yang biasa diparkir korban di samping kiri warung juga tak ada.
’’Banyak darah di lantai, sempat saya kira itu darah hasil membersihkan ikan,’’ terang Suprayitno.
Hal yang sama juga diakui Zainudin, tetangga warung korban. Saat itu, tak tampak banyak kerumunan orang di warung janda satu anak ini.
Padahal, warung nasi pecel dan lodeh ini kerap ramai disambangi orang, khususnya jelang makan siang.
’’Biasanya (korban, Red) jualan mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore ditemani anak dan cucunya. Tapi ini tadi sepi seperti tidak ada orang,’’ tambahnya.
Kecurigaan adanya motif pencurian disertai penganiayaan itu justru diungkapkan Suparmi, 55, kakak korban yang datang ke lokasi usai dikabari adiknya dalam kondisi terluka parah.
Di hadapan petugas Polsek Prajurit Kulon dan Satreskrim Polres Mojokerto Kota, Suparmi mengaku adiknya itu kerap menggunakan motor Honda Beat warna hitam saat pergi dari rumahnya di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar.
Utamanya saat berjualan di warung mulai pukul 04.00 hingga 16.00 sore.
Akan tetapi, saat kejadian, motor tersebut justru tak ditemukan bekasnya. ’’Biasanya pakai sepeda motor. Tapi tidak ada di situ tadi. Makanya, polisi tadi juga ikut mencari,’’ ujarnya.
Sementara itu, petugas dari INAFIS dan Satreskrim langsung bergerak mencari tahu motif dan kronologi di balik korban bersimbah darah.
Setelah mengidentifikasi tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga turut mengumpulkan data dan saksi guna mengungkap adanya dugaan tindak kriminal dibalik peristiwa naas tersebut.
Termasuk berusaha menggali informasi dari korban yang saat ini masih tergeletak tak berdaya di IGD RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo.
’’Dugaannya adalah pencurian. Namun masih kami dalami terus motifnya. Korban masih linglung, belum bisa memberi keterangan bagaimana kronologi kejadian,’’ tegas Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Bambang Tri Sutrisno. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah