Petugas dari Polsek Prajurit Kulon masih terus menginvestigasi kasus tersebut guna mencari tahu motif di balik aksi penyerangan.
Meski tidak ada laporan dari pihak korban, namun pengusutan kasus terus didalami dan ditindaklanjuti agar tidak terulang untuk kedua kalinya.
Kapolsek Prajurit Kulon, Kompol Muhammad Sulkan menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak MAN mengenai adanya kerugian yang mereka alami.
Meski sempat melukai siswa dan merusak tiga kaca di dua kelas, namun hal itu dianggap tidak perlu dibesar-besarkan.
Sehingga mereka lebih memilih menyelesaikan sendiri permasalahan (aksi penyerangan, Red) tersebut di dalam (internal MAN) maupun dengan pihak SMK PGRI.
’’Kami sudah ke lokasi (MAN) dan sampai saat ini (kemarin, Red), belum ada laporan resmi. Karena informasinya akan diselesaikan sendiri. Ada salah paham atau miss komunikasi antara dua sekolah ini,’’ ungkapnya.
Meski demikian, Sulkan tak lantas berdiam diri dengan hanya menunggu laporan. Pihaknya juga berupaya menyelidiki kasus tersebut agar permasalahannya bisa teruraikan sehingga tidak terulang kembali.
Selain mengamankan barang bukti, sejumlah keterangan dan rekaman video yang merekam aksi juga turut dikumpulkan untuk dijadikan bahan penyelidikan.
Termasuk adanya informasi soal konvoi yang sempat dilakukan pelajar MAN sebelumnya, hingga berbuntut aksi balas yang dilakukan siswa SMK PGRI, Rabu (23/8).
’’Kami masih mendalami benar tidaknya informasi aksi blayer-blayer (konvoi) itu. Akan dilakukan penyelidikan kembali,’’ imbuhnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menjembatani proses mediasi kedua belah pihak jika memang dibutuhkan.
Termasuk juga upaya pencegahan dengan menggelar patroli dan penyuluhan ke sekolah-sekolah terkait permasalahan kenakalan remaja.
Hal ini sekaligus untuk meminimalisir kejadian serupa agar tidak terjadi lagi.
’’Akan kami dampingi proses mediasi ini agar ada penyelesaian yang damai. Kami juga akan jadwalkan patroli dan penyuluhan tentang pencegahan permasalahan kenakalan remaja ke sekolah-sekolah kedepannya,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, sekelompok Pelajar SMK PGRI Kota Mojokerto berkonvoi menyerang MAN Kota Mojokerto di Jalan Cinde Baru VIII, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Rabu (23/8).
Mereka berbuat ricuh dan merusak fasilitas umum sekolah. Akibatnya, seorang siswa terluka karena terkena lemparan batu. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah