Aksi penganiayaan yang menimpa tiga remaja itu dipicu cekcok karena senggolan motor.
Ketiga korban meliputi FR, 19, warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo; DM, 19, dan AG, 20, warga Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo.
Selasa (11/7) malam, DM membuat laporan sebagai korban pengeroyokan ke Polsek Mojosari setelah identitas ketiganya berhasil dilacak.
”Polisi dengan cepat berhasil temukan identitas korban dan saat ini dalam proses penyelidikan untuk menangkap pelaku,” terang Kasihumas Polres Mojokerto Iptu Hari Cahyo, kemarin (12/7).
Menurutnya, korban telah diminta menjalani visum untuk melengkapi laporan. Dalam upaya penyelidikan, polisi juga memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP.
Hari menjelaskan, dugaan pengeroyokan itu dipicu salah paham. Ketiga korban datang ke sekitar stadion untuk nongkrong di angkringan. Setiba di lokasi, motor yang dikendarai ketiganya bersenggolan dengan pengendara lain yang tak dikenal.
”Setelah terjadi cekcok lalu beberapa orang yang tidak dikenal yakni para pelaku langsung mendatangi para korban dan melakukan pemukulan,” tuturnya.
Kanitreskrim Polsek Mojosari Iptu Bambang Sunandar mengatakan, hingga kemarin petang, pihaknya masih memburu para pelaku. Penelusuran terus dilakukan untuk mengungkap dugaan pengeroyokan tersebut. ”Masih belum tertangkap, ini masih dicari,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah remaja menjadi korban pengeroyokan oleh gerombolan pemuda di sekitar Stadion Gajah Mada, Mojosari, Senin (10/7) sekitar pukul 23.30. Dugaan pengeroyokan itu direkam oleh sejumlah pengguna jalan.
Dalam video yang beredar luar, tampak dua remaja laki-laki diusir dan dipukul oleh beberapa pemuda di tepi jalan raya. Keduanya dikepung oleh puluhan orang dan mendapat bogem mentah di bagian wajah. Kedua korban tersebut mengendarai motor Honda Beat warna merah. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah