Ponirah ditemukan sudah tak bernyawa di bilik kamar warkop sekitar pukul 13.30. Jasad perempuan asal Jalan Guntaran, Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Malang, itu kali pertama ditemukan oleh Siman, pemilik warkop. ’’Ada busa di hidung korban dan lidahnya sedikit keluar,’’ kata Dwi Anjarwati, anak menantu Siman di lokasi.
Korban ditemukan dalam kondisi telentang di kasur tanpa busana bawah. Pemilik warung meminta bantuan petugas puskesmas terdekat untuk memeriksa kondisi korban. Setelah diperiksa, perempuan bertubuh gemuk itu dipastikan sudah meninggal. Kejadian tersebut sontak membuat geger warga sekitar. Pasalnya, sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui baru saja melayani seorang pelanggan.
Dwi menyatakan, sesaat sebelum tersiar kabar Poniran meninggal, terhadap seorang pria yang keluar warung dengan terburu-buru. Pria berkaus abu-abu itu pergi menaiki motor sambil membawa dompet dan HP milik korban. ’’Tidak ada yang kenal dengan orang yang kabur itu,’’ imbuhnya.
Informasi lain yang digali, korban sudah bertahun-tahun bekerja di warung tersebut. Dia merupakan pelayan tunggal. Saat kejadian, kondisi warung memang sepi. Ponirah disebut biasa bertelepon dengan anaknya yang berada di Malang saat sedang istrirahat.
Tak lama setelah kejadian kemarin, tim Identifikasi dan Polsek Trowulan langsung turun ke lokasi melakukan olah TKP. Jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk divisum. Kapolsek Trowulan Kompol Imam Mahmudi menduga, korban meninggal karena serangan jantung. ’’Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik di tubuh korban,’’ katanya.
Korban ditengarai tidak sempat menelan obat ketika gejala penyakit itu kambuh. Akibatnya, muncul busa dari hidung. ’’Busa itu diperkirakan karena penyakit jantung atau konsumsi obat sehingga efeknya keluar busa,’’ tandasnya. Imam mengaku akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan hilangnya barang berharga milik korban. ’’Untuk itu nanti kami dalami, sekarang fokus dulu untuk visum korban,’’ imbuh dia. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah