MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Perbaikan Kelenteng Hiap Thian Kiong yang terbakar Minggu (7/5) lalu diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 1 miliar. Pasalnya, bangunan fisik dua ruangan utama di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) di Jalan Gajah Mada, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, itu ludes.
Pengelola tempat peribadatan tersebut mengaku akan melakukan langkah perbaikan setelah proses penyelidikan oleh pihak kepolisian tuntas. Suro Santoso, penanggung jawab kelenteng mengatakan, lima hari pasca-kebakaran, pihaknya belum mengambil langkah apapun terkait upaya perbaikan tempat ibadah tersebut. Hal ini seiring dengan proses penyelidikan yang masih berlangsung. Objek kebakaran pun sampai sekarang masih dipasang police line. ’’Nanti kalau sudah kelar, kami pengurus kelenteng akan mengadakan konsolidasi untuk merencanakan pembangunan kembali,’’ tuturnya.
Rencana perbaikan kelenteng mesti dirundingkan dengan tokoh-tokoh kelenteng. Pasalnya, kelenteng yang berada di sudut simpang tiga Mojosari ini menjadi tempat banyak jamaah beribadah. Di sana ada tiga penganut kepercayaan. Yakni Konghucu, Buddha, dan Tao. ’’Termasuk berunding dengan senior-senior tokoh tua,’’ imbuhnya. Semenjak kebakaran, ujar Suro, umat Konghucu sementara waktu menempati ruang ibadah di bagian belakang.
Berdasarkan estimasinya, kebakaran mengakibatkan kerugian hingga Rp 400-500 juta. Selain meludeskan seisi ruang altar peribadatan, api juga melalap habis rangka bangunan yang terakhir kali direnovasi 2019 silam. Untuk memperbaiki seluruh kerusakan ini, Suro menyebut dibutuhkan biaya hingga miliaran rupiah. ’’Bisa habis sekitar Rp 1 miliar. Karena bangunan fisik ini habisnya banyak. Mulai dari kuda-kuda, genteng, atap, dan sebagainya. Termasuk instalasi listrik karena sudah tidak bisa dipakai lagi,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, bangunan Kelenteng Hiap Thian Kiong terbakar, Minggu (7/5) siang. Api diketahui sudah berkobar hebat oleh warga dan pengguna jalan sekitar pukul 13.00. Sebelum kejadian, kelenteng baru saja dipakai ibadah. Prosesi itu berlangsung pukul 09.00 sampai 10.15. Setelahnya, kelenteng ditinggalkan dalam kondisi kosong tanpa penjaga.
Hasil penyelidikan sementara tim Labfor Polda Jatim, kebakaran di Kelenteng Hiap Thian Kiong diduga dipicu lelehan lilin. Pelita tersebut diduga meluber dari tatakan semacam cawan hingga akhirnya membakar perlak pelapis palet kayu tempatnya ditaruh. Bara api kemudian menyambar taplak meja yang menjuntai ke lantai di dekatnya. Api dengan cepat berkobar hingga membakar area bangunan seluas 25x15 meter persegi. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah