Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polisi: Pelaku Tak Tinggalkan Jejak saat Bobol Brankas Alfamart di Mojokerto

Fendy Hermansyah • Kamis, 11 Mei 2023 | 16:50 WIB
PENYELIDIKAN: Polisi melakukan olah TKP pembobolan minimarket di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/5). (Farisma Romawan/JPRM)
PENYELIDIKAN: Polisi melakukan olah TKP pembobolan minimarket di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/5). (Farisma Romawan/JPRM)
JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Upaya pengungkapan kasus pembobolan minimarket di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Selasa (9/5) lalu, terkendala minimnya petunjuk. Maling sukses membobol brankas tanpa meninggalkan sedikitpun jejak. Keberadaannya makin sulit dilacak lantaran CCTV di ruang brankas telah diputus.

Kapolsek Jetis Kompol Sumaryanto menegaskan, polisi terus menyelidiki kasus pembobolan yang mengakibatkan kerugian Rp 98 juta tersebut. Pihakya telah memeriksa dua saksi pegawai minimarket. ’’Di samping kami juga melakukan upaya penyelidikan lainnya dengan melibatkan tim resmob satreskrim,’’ ujarnya, kemarin (10/5).

Pelaku menjalankan aksinya dengan cukup bersih. Tampangnya sama sekali tak terekam 7 CCTV yang terpasang di minimarket. Dia diduga masuk dengan melewati plafon minimarket bagian belakang tempat brankas berada. Sebelum membobol brankas, pelaku lebih dulu memutus kabel CCTV di ruangan tersebut.

Sumaryanto mengatakan, lokasi minimarket sejatinya tak sepi-sepi amat. Selain berada di jalan raya, toko modern itu juga sederet dengan beberapa tempat usaha apotek dan kantor perbankan. Kendati sisi selatan minimarket berupa hamparan sawah, di bagian belakangnya berdiri rumah-rumah warga.

Dirinya menyebut, kondisi demikian semestinya menyulitkan pelaku bisa menyelinap masuk ke minimarket. Namun, dari penyelidikan, polisi justru belum menemukan adanya jejak pelaku ketika melancarkan aksinya. ’’Sebetulnya tertutup rapat dengan ruko dan rumah-rumah. Tapi pelaku kok bisa masuk tanpa meninggalkan tanda-tanda jejak,’’ ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, minimarket di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, diacak-acak maling, Selasa (9/5) dini hari. Pelaku berhasil membobol toko dengan menjebol atap gudang. Aksi pencurian baru diketahui dua karyawan M Fadli dan Dectian Devano saat hendak membuka toko sekitar pukul 06.15. Keduanya mendapati kondisi brangkas sudah dirusak. Uang saldo hasil penjualan selama dua hari sebesar Rp 92 juta amblas. Pelaku meninggalkan uang pecahan sejumlah Rp 602 ribu di luar brangkas. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #alfamart #minimarket #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #trawas #pacet #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde #bobol