Kapolsek Mojosari Kompol Kariono mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban selama ini hanya tinggal di tempat kos. Dia sengaja menggunakan kamarnya itu untuk melayani pelanggan jasa open BO. Layanan kencan bertarif itu dijalankan korban memanfaatkan aplikasi Michat dan Whatsapp.
Pihaknya menyebutkan, sekitar dua jam sebelum tewas diracun, korban baru selesai melayani seorang tamu. Kemudian, korban berlanjut memiliki janji dengan Supaino Sanjaya yang tak lain adalah rekan pelaku utama, Irfan Yulianto Putro yang juga suami siri korban. ‘’Dia (korban) ngekos memang dipakai untuk mendatangkan laki-laki begitu,” ucapnya.
Pekerjaan yang dijalani korban ini belakangan membuat suami sirinya tak terima. Irfan merasa cemburu karena korban berhubungan badan dengan pria lain. Yang kemudian, Irfan bersiasat dengan Supaino untuk membunuh Meinawati alias Shinta yang tak lain istri sirinya. Senin (17/4) sekitar pukul 03.35, korban dinyatakan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa. Dia meninggalkan seorang anak bayi yang masih berusia 7 bulan.
Bambang menegaskan, kedua pelaku sudah saling kenal cukup lama. Selain juga bekerja di tempat pengolahan udang, Irfan dikenal mendalami ilmu perdukunan dan Supaino adalah salah satu pasiennya. ”Pelaku Irfan ini seperti punya ilmu dukun begitu. Dia pernah membantu Supaino sehingga Supaino percaya dan mau membantu meracun korban meski tak diberi imbalan,” tandasnya. Kemarin, kedua pelaku langsung ditahan di rutan Mapolres Mojokerto.
Sebelumnya diberitakan, perempuan asal Kediri tewas diduga diracun di rumah kos, Dusun Nambangan, Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban diduga dihabisi oleh pria usai open booking order (BO), Minggu (16/4) malam.
Informasi yang dihimpun, korban adalah MW, 26, alias Sinta asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kejadian nahas itu dialaminya sekitar pukul 22.00. Korban yang ditengarai menjalankan prostitusi online ini masuk ke kamar kos bersama seorang pria.
"Pria itu memberi makanan ke korban, tapi korban langsung kejang-kejang," kata petugas kepolisian yang menangani kasus ini, Senin (17/4). Kejadian itu membuat penghuni kos lain dan warga mendatangi korban. Mereka berusaha membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun nahas nyawanya sudah tak tertolong.
Saat kejadian itu berlangsung pria pasangan korban disebut sudah tidak ada dilokasi. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Mojosari dan Satreskrim Polres Mojokerto. Oleh polisi, malam itu juga jenazah korban dibawa ke RS Pusdik Brimob Porong, Sidoarjo, guna proses otopsi. "Penyebabnya belum diketahui, karena hasil autopsi belum keluar," tandasnya.
Kanitreskrim Polsek Mojosari Ipda Bambang Sunandar membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, saat ini polisi tengah berupaya memburu terduga pelaku yang menghabisi nyawa korban. "Ini masih giat penyelidikan pelaku bersama resmob," ujarnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah