KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Polres Mojokerto Kota mengerahkan kekuatan besarnya dalam menjamin keamanan dan kelancaran mudik Lebaran 2023. Sebanyak 204 personel disiagakan khusus dalam mengamankan jalannya tradisi menyambut Idul Fitri atau selama Operasi Ketupat Semeru 2023, mulai hari ini hingga 1 Mei nanti.
Ratusan personel akan disebar di 7 pos pengamanan (pospam) dan pelayanan (posyan) yang berdiri di 3 kecamatan wilayah kota, dan 4 kecamatan di utara sungai. Tak sekadar menjamin kelancaran lalu lintas dan keselamatan pemudik di jalan raya, ratusan personel juga diminta waspada terhadap gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Yakni, seperti tindak pidana pencurian, peredaran barang terlarang, hingga tawuran di semua wilayah. Bahkan, ratusan polisi tersebut juga diminta aktif patroli pada jam-jam rawan, seperti pagi hari atau setelah sahur, sebelum berbuka, hingga malam hari. Mereka juga dilarang libur atau cuti sampai berakhirnya operasi ketupat 2023, 1 Mei nanti. Larangan tersebut agar keamanan di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota terjamin dari gangguan keamanan.
’’Kami harus menjaga situasi kamtibmas dengan tindakan preventif dan preemtif, seperti patrol pada jam-jam rawan untuk mengantisipasi munculnya tindak pidana,’’ ujar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria. Tak hanya personel, untuk mengefektifkan jalannya operasi, pihaknya juga memastikan perlengkapan personel, mulai dari alat pengaman pribadi, senjata api (senpi) maupun berbagai fasilitas penunjang.
Termasuk didirikannya pospam, posyan hingga pospantau yang nyaman dan representatif sebagai tempat koordinasi pengamanan yang strategis. Mulai dari pospam jalan Benteng Pancasila, pospam Simpang Empat Sekar putih, pospam Stasiun Mojokerto, pospam Terminal Kertajaya, pospam utara Jembatan Gajah Mada, pospam Simpang Tiga exit tol Gedeg, dan posyan exit tol Penompo.
Sehingga tugas penjagaan setiap personel berjalan efektif sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. ’’Kami pastikan perlengkapan pribadi, sarpras dan berbagai fasilitas penunjang tersedia,’’ tambahnya. Tak hanya kepolisian, selama Operasi Ketupat juga disiagakan 266 personel dari berbagai instansi. Mulai dari Kodim 0815, PMI, Damkar, Dishub Kota/Kabupaten, Garnisun.
Termasuk dari unsur pendukung seperti Pramuka, GP Ansor, Banser/Kokam dan komunitas lainnya. ’’Total ada 477 petugas gabungan baik dari internal polri, TNI, perhubungan, tenaga kesehatan, pemadam kebakaran, dan organisasi pengamanan lainnya,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah