Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kapolres Mojokerto Kota Imbau Orang Tua Tak Perlu Paranoid

Fendy Hermansyah • Jumat, 3 Februari 2023 | 17:32 WIB
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria. (dok Jawa Pos Radar Mojokerto)
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria. (dok Jawa Pos Radar Mojokerto)
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Polres Mojokerto Kota tak sekadar mencari oknum penyebar kabar hoaks penculikan anak yang beredar di media sosial (medsos) sepekan terakhir. Mereka juga turut menghimbau para orang tua, khususnya di Kota Mojokerto agar tidak paranoid terhadap isu yang berkembang. Meski juga tetap selalu waspada dalam mengantisipasi segala tindak kejahatan dan kriminalitas yang kian marak.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiwit Adisatria menegaskan kepada masyarakat agar tak perlu takut berlebihan dalam menanggapi isu penculikan anak yang tengah beredar di wilayah dengan tiga kecamatan tersebut. Sampai saat ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya. ’’Tidak usah menanggapi terlalu berlebihan. Waspada boleh, tapi jangan mengganggu aktivitas lain yang sudah berjalan baik,’’ tegasnya.

Wiwit juga menyatakan kepada warga agar tetap hati-hati dalam beraktivitas di luar rumah. Tidak sekedar mengantisipasi tindak penculikan anak saja, tapi juga mengantisipasi tindak kejahatan jalanan lainnya. Seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor), jambret hingga premanisme. Wiwit juga meminta peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas buah hatinya, baik di sekolah maupun di tempat-tempat terbuka lainnya.

’’Saya kira himbauan pemerintah agar mengantar dan menjemput anak di sekolah menjadi bentuk perhatian paling efektif dari orang tua terhadap keselamatan anak,’’ tambahnya. Sebelumnya, sempat beredar isu penculikan anak terjadi di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Yakni anak usia SMP asal perumahan Mutiara Garden, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar yang diduga diculik saat akan berlatih silat di Gelora A. Yani, Sabtu (28/1).

Saat itu, korban yang jalan kaki sempat ditawari tumpangan mobil pick up orang tak dikenal (OTK), tepatnya di jalan Mayjen Sungkono atau dekat SMK Raden Patah. Saat menumpang, korban yang tertidur ternyata tidak diantar ke lokasi latihan, melainkan dibawa menuju Surabaya. Hingga saat tiba di bypass Krian, Sidoarjo, korban terbangun sehingga meronta meminta diturunkan.

Karena situasi jalan yang ramai, korban lantas terpaksa diturunkan demi menghindari kecurigaan pengendara lainnya. sehingga korban terbebas dari dekapan pelaku dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rizki Santoso mengaku sudah memantau isu penculikan yang beredar di medsos facebook tersebut. Pihaknya juga tengah mencari pengunggah untuk dimintai keterangan. ’’Kami cek kebenarannya dulu terkait informasi peristiwa di seputar Wates. Akan kami selidiki terkait dugaannya,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Pemkot Mojokerto #penculikan #kapolresta #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #Kapolres Mojokerto Kota #anak #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde #isu