Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Heru Sudjio Budi Santoso menceritakan, mobil pikap semula ditemukan anggotanya saat berpatroli, Senin (30/1) pagi. Saat itu, kondisi mobil dinilai mengganggu lalu lintas jalan lantaran posisinya yang memakan sebagian bahu jalan. Sehingga harus dipinggirkan dengan didorong sampai posisinya dinilai aman.
’’Posisinya di pinggir jalan tapi menjorok ke bahu jalan kemudian ditepikan. Selanjutnya dicari pengemudinya, ternyata tidak ada,’’ ungkapnya. Selang sehari setelah itu, ternyata mobil masih terlihat terparkir tanpa pengemudi. Petugas lantas berinisiatif mengamankan mobil dengan didorong manual sampai ke pos polisi Gunung Gedangan.
Hingga pada pagi kemarin, Kadir sang pemilik mengetahui kendaraannya yang sempat hilang itu. Lalu melaporkannya ke Polsek Puri untuk diteruskan ke Satlantas Polres Mojokerto Kota. ’’Selang beberapa saat ada seseorang yang melintas di jalur bypass, kemudian menyampaikan kendaraannya yang hilang sejak Minggu (29/1) sekitar pukul 22.00,’’ tegasnya.
Abdul Kadir mengaku kehilangan mobil pikap saat diparkir di garasi rumah, di Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, dan baru diketahui, Senin (30/1) pagi. Sehari-hari, mobil carry tersebut biasa dipakai untuk mengangkut keramik dari usaha dagangnya.
Belum diketahui penyebab mobil dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Diduga, mobil tersebut mogok lantaran kehabisan oli mesin. ’’Jadi Senin (30/1) kami lapor ke Polsek Puri, kemudian Selasa (31/1) pagi ketemu. Kondisinya tidak ada yang rusak, masih utuh. Cuma kami juga tidak tahu, mengapa tempatnya oli kok dirusak, terlihat oli mobil kosong semuanya,’’ tandasnya.
Kemarin, mobil langsung diserahkan Satlantas ke pemiliknya usai dilakukan pemeriksaan. Untuk kasus dugaan pencuriannya, petugas dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota dan Polsek Puri kini tengah mendalami untuk diungkap motif dan pelakunya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah