KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus jual beli arisan bodong yang dijalankan biduan berinisial LM, 31, warga Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, membuat puluhan pesertanya menderita. Gara-gara uangnya dibawa kabur si biduan, korban terancam batal nikah sampai gagal naik haji.
LM dipolisikan usai membawa kabur uang senilai Rp 4 miliar. Uang fantastis tersebut merupakan setoran dari satu grup arisan yang beranggotakan 24 peserta. Jumlah kerugian total memang tinggi karena nilai per pembelian arisan mencapai ratusan juta. Terlebih, sebagian besar peserta selalu diarahkan oleh LM untuk menggunakan uang hasil arisan untuk membeli lagi.
Salah satunya yang dialami Dira. Peserta asal Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, itu mengaku belum mengambil keuntungan sama sekali sejak pertengahan tahun lalu. Sejak itu, dia mengaku tak ingat berapa kali setor ke LM. Yang jelas, uang sebesar Rp 600 juta miliknya amblas. ’’Kalau keluar totalnya bisa dapat Rp 900 juta. Tapi sama pelaku selalu disuruh buat lelang arisan lagi sampai akhirnya dia kabur ini,’’ jelas perempuan 25 tahun tersebut.
Dira mengaku bergabung dengan arisan yang dibandari LM sejak 2021. Hampir dua tahun sebagai peserta, bisnisnya selalu lancar. Selain menyisihkan gajinya sebagai karyawan pabrik gitar di Ngoro, dia rela menjual emas perhiasannya untuk ikut arisan dengan janji keuntungan besar tersebut. Ketika LM tiba-tiba menghilang sejak 29 Desember lalu, Dira mengaku langsung kelimpungan. ’’Hampir gila saya, uang segitu banyaknya lenyap,’’ keluhnya.
Kendati tinggal satu desa, Dira mengaku tak mengenal banyak LM. Yang dia tahu, sehari-hari LM bersikap baik dan punya hobi jalan-jalan. Selain dikenal sebagai biduan dangdut, perempuan itu juga menjadi guru ngaji di kampungnya. Saat ini, LM juga sedang merenovasi rumah. Belakangan, sebelum arisannya berkasus, LM diketahui membeli mobil baru seharga Rp 163 juta. ’’Kalau renovasi rumah tidak tahu duit dari mana, kalau beli mobil itu saya yakin dari uang arisan,’’ tuding ibu satu anak ini.
Disebutkannya, mobil itulah yang dipakai LM bersama anak dan suaminya melarikan diri dari rumah. Dia dan puluhan korban lain tak tahu dimana sekarang bandar tersebut berada. ’’Pas didatangi ke rumah hanya ada orang tuanya pelaku, mereka bilangnya tidak ikut-ikutan dan tidak tahu apa-apa,’’ tandasnya.
Akibat uangnya dilarikan LM, para korban harus menanggung kerugian besar. Uang yang rencananya akan dipakai untuk berbagai kebutuhan itu amblas. Yang paling tinggi kerugian satu korban mencapai Rp 800 juta. ’’Ada yang mau dipakai renovasi rumah, biaya menikah, sampai naik haji. Tapi sekarang ya batal semua,’’ tutur dia.
Sebelumnya, LM, 31, dilaporkan ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Biduan dangdut asal Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, itu dituging melarikan uang arisan online puluhan peserta. Kerugian korban disebut mencapai Rp 4 miliar. Arisan dengan skema jual beli itu mulai bermasalah sejak akhir Desember lalu. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah