Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Korban Diduga Alami 7 Luka Tusukan saat Dieksekusi di Toko Gorden Mojokerto

Fendy Hermansyah • Rabu, 23 November 2022 | 08:48 WIB
DISELIDIKI: Petugas Satreskrim Polres Mojokerto memasang garis polisi di Toko Bintang Jaya Gordyn Jalan Airlangga, Wonoayu, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Tempat kerja korban tersebut diduga lokasi eksekusi dilangsungkan oleh pelaku. (M Chariris/Jawa Pos
DISELIDIKI: Petugas Satreskrim Polres Mojokerto memasang garis polisi di Toko Bintang Jaya Gordyn Jalan Airlangga, Wonoayu, Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Tempat kerja korban tersebut diduga lokasi eksekusi dilangsungkan oleh pelaku. (M Chariris/Jawa Pos
MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Penyelidikan dugaan pembunuhan terhadap Ahmad Hasan Muntolib, warga Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dilakukan Polres Mojokerto. Pihak keluarga korban menyebutkan, jenazah Hasan terdapat tujuh luka bekas tusukan yang diduga dialami saat dieksekusi di toko gorden tempatnya bekerja Toko Bintang Jaya Gordyn, Jalan Airlangga Wonoayu, Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Mojokerto, kepolisian telah memeriksa dan melakukan olah TKP di toko gorden tempat kerja Hasan. Bahkan, polisi telah menutup tempat yang diduga tempat eksekusi korban serta memasang garis polisi.

Sedang, jenazah korban telah dibawa di rumah duka Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari. Keluarga korban menyebutkan, jenazah bakal dimakamkan malam ini juga.

Hingga berita diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian. Namun, tempat kerja Hasan yakni Toko Bintang Jaya Gordyn diduga kuat menjadi tempat eksekusi Hasan yang jasadnya ditemukan di kawasan Tahura R. Soerjo jalan Pacet-Cangar pagi tadi. Itu terlihat dari bercak darah yang tercecer di lantai toko.

Jenazah Hasan diketahui juga telah diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Gasum Polri di Porong, Sidoarjo. Didasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami penganiayaan berat hingga berujung kematian. Pembunuhan tersebut diperkuat adanya sejumlah luka pada tubuh korban.

"(Ada luka) di sekitar perut, dada, dan wajah," tutur kerabat korban Dwi Ajiono, Selasa (22/11) malam. Pihaknya menengarai luka itu berasal dari tusukan benda tajam.

Dia memperkirakan benda tajam itu diduga dihujamkan ke tubuh korban secara bertubi-tubi. Hingga akhirnya korban tewas. "Kurang lebih ada 7 tusukan, 15 jahitan," imbuh dia.

Aji juga belum bisa menyimpulkan terkait siapa pelaku pembunuhan dari sepupunya itu. Terlebih Hasan merupakan sosok pendiam dan tidak pernah terlibat masalah. Namun, dirinya menyebutkan pada Kamis (17/11) lalu, korban sempat pulang ke rumah untuk menjenguk orang tuanya.

Meski begitu, Aji menuturkan, hingga saat ini, barang-barang berharga milik korban masih belum ditemukan. "Yang hilang sepeda (motor) sama dompet dan HP. Dihubungi masih aktif, tapi tidak ada yang angkat," beber Aji.

Diberitakan sebelumnya, mayat korban ditemukan seorang pencari rumput di bibir jurang sisi timur jalur alternatif Mojokerto-Batu alias Pacet-Cangar, Selasa (22/11) pukul 08.00. Korban ditemukan terbungkus tikar spons dalam kondisi terikat. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat. Usai ditangani kepolisian, akhirnya identitas korban terkuak. (ram) Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #korban pembunuhan #mayat mojokerto #Majapahit #pembunuhan mojokerto #Polres Mojokerto #kerajaan majapahit #mayat dibungkus tikar #Kota Mojokerto #tahura raden soerjo #mojokerto #mayat pacet #soekarno #trowulan #onde-onde