Dari informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut masuk melalui areal persawahan yang berada persis di belakang sekolah, Selasa (17/10) dini hari.
Pelaku merusak serta mematahkan teralis jendela berbahan kayu masuk ke dalam musala. Tak hanya itu, maling tersebut juga sempat mencongkel jendela di ruangan UKS.
Namun, saat tak mendapati barang berharga, pelaku keluar dari dalam UKS menuju ke toilet yang berada di belakang ruangan guru dan kepala sekolah. "Pelaku mengambil meja dan kursi yang ada di luar samping tempat parkir digunakan memanjat untuk merusak teralis jendela masuk ke ruangan guru," ujar Kepala sekolah SDN Tinggarbuntut, Catur Dyah Kisworini, siang tadi (18/10).
Dyah mengatakan pelaku sempat mengacak-acak lemari guru dan kepala sekolah. Kemudian, pelaku merusak kunci lemari besi dan mencuri enam unit laptop dan tiga proyektor yang disimpan di atas lemari tersebut. "Ada enam Laptop, dua proyektor dan satu mini proyektor yang disimpan di dalam lemari besi ini," jelasnya.
Menurut dia, kejadian pencurian diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah sekitar pukul 06.00 pagi. Saat itu, pintu besi ruangan guru masih terkunci. Namun, jendela dam teralis belakang dalam kondisi terbuka.
"Jendela ruangan UKS sekolah dijebol dan juga jendela kantor ruangan guru lalu (pelaku,Red) menginjak meja sama kursi itu," ungkapnya.
Dikatakannya, empat laptop yang hilang dicuri merupakan inventaris sekolah. Serta dua laptop lainnya milik guru SDN Tinggarbuntut.
Akibat insiden tersebut, pihak sekolah merugi puluhan juta. "Total kerugiannya saya kurang tahu kalau Laptop dulunya dari dana BOS satu unit sekitar Rp 10 juta ya kurang lebih Rp 50-60 juta," terangnya.
Dyah mengaku, insiden pencurian terjadi di sekolahnya. Diketahui, laptop yang digunakan untuk operasional sekolah dan simulasi ANBK ini biasanya dibawa pulang oleh guru.
Namun, karena kondisi cuaca kemarin mendung dan hujan sehingga Laptop itu disimpan di lemari besi sekolah. "Kita tidak tahu kalau ada musibah seperti ini sehingga kami minta maaf, minta tolong kalau bisa dibantu dipinjami laptop untuk melanjutkan ANBK 24-25 Oktober," ucapnya terisak.
Adapun, di dalam laptop tersebut berisi data-data penting milik sekolah. Salah satunya SPJ BOS, materi untuk lomba dan lain-lain. Tak hanya itu, akibat pencurian ini, para guru kebingungan mencari solusi agar siswa bisa mengikuti Asessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
"Kita berharap ada yang meminjami laptop. Kami akan berusaha agar siswa bisa melanjutkan ANBK," pungkasnya. (oce/fen) Editor : Fendy Hermansyah