Persiapan pertunjukan musik yang rencananya digelar 18 Oktober itu tampaknya menghadapi banyak rintangan. Selain persiapan yang dinilai polisi belum matang, penentuan venue di Lapangan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon juga dianggap kurang layak. ”Tempat konser ini sebenarnya tidak layak. Sekalian di stadion yang bangunannya juga kokoh. Ini di lapangan pembatasnya cuma seng,” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria.
Wiwit menyatakan, faktor keamanan menjadi poin penting kegiatan keramaian tersebut. Pihaknya ingin promotor tidak mengabaikan keselamatan penonton. Banyak kriteria dalam konsep keamanan yang dinilainya masih perlu perbaikan. Antara lain layout venue hingga skema jalur evakuasi.
Dalam paparan beberapa waktu lalu, lanjut Wiwit, pihak promotor memprediksi penonton mencapai 15-20 ribu orang. Menurut dia, jumlah tersebut terlalu banyak dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan. ”Padahal lapangannya tidak mungkin cukup 20 ribu orang. Estimasi kami idealnya 2 ribu orang,” terangnya.
Wiwit menyatakan, pihaknya sejauh ini belum mengeluarkan rekomendasi izin untuk konser tersebut. Daftar rekomendasi yang harus dilengkapi penyelenggara telah dikirim. Apabila pihak promotor tidak menyanggupi, pihaknya mengaku bakal menyarankan supaya mencari tempat lebih aman. ”Misalnya di stadion dan lain-lain,” tandas dia. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah