Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Hutan Watu Blorok

Fendy Hermansyah • Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:58 WIB
MISTERIUS: Polisi masih menyelidiki kasus dugaan kecelakaan tabrak lari di kawasan Hutan Watu Blorok yang merenggut nyawa pemotor, Kamis (25/8) lalu.
MISTERIUS: Polisi masih menyelidiki kasus dugaan kecelakaan tabrak lari di kawasan Hutan Watu Blorok yang merenggut nyawa pemotor, Kamis (25/8) lalu.
Minim Saksi, Bakal Periksa CCTV

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepolisian tengah memburu pelaku tabrak lari di kawasan Hutan Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis. Peristiwa Kamis (25/8) itu menewaskan Basiron, 71, warga Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong. Selain mengumpulkan keterangan saksi, polisi juga bakal memeriksa CCTV di simpang empat Desa Kupang.

Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota Ipda Lukman Basoni menyatakan, kasus dugaan tabrak lari di Hutan Watu Blorok terus diselidiki. Penyidik berupaya untuk memeriksa sejumlah pihak yang melakukan pertolongan kepada korban. ”Sejauh ini tidak ada saksi yang mengetahui persis kejadian laka ini,” ungkapnya, kemarin.

Dari proses penyelidikan yang berlangsung lima hari terakhir, polisi belum menemukan terduga pelaku penabrak korban. Selain karena minim saksi, tempat kejadian perkara (TKP) juga berada di tengah hutan. Sehingga sepanjang jalur tersebut tidak terpasang kamera pengawas CCTV.

Dari hasil olah TKP, terang Basoni, korban diduga tertabrak kendaraan dari lawan arah. Saat itu, Basiron mengendarai motornya dari arah selatan atau Kecamatan Jetis menuju rumahnya. ”Korban sempat pamitan mau beli selang dan mengalami kecelakaan saat mau pulang,” jelasnya.

Setiba di lokasi, tepatnya jalur menikung sekaligus menanjak, korban diduga dihantam kendaraan roda empat dari arah utara atau Kecamatan Dawarblandong. ”Melihat kerusakan motor dan kondisi korban, kemungkinan yang menabrak bukan R2 (roda dua, Red) tapi sejenis mobil,” imbuh dia.

Berbekal petunjuk ini, pihaknya berupaya untuk menelusuri jejak terduga penabrak korban. Salah satunya dengan memeriksa kemungkinan keberadaan CCTV di kawasan simpang empat Desa Kupang yang berjarak sekitar satu kilometer dari TKP. ”Kita masih periksa CCTV di sana dan jalur lainnya yang kemungkinan jadi arah pelaku kabur,” beber Basoni.

Sebelumnya, Basiron, 71, warga Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong ditemukan tewas tergeletak di tepi jalan menikung Hutan Watu Blorok, Kamis (25/8) sekitar pukul 13.10. Motor Honda Win bernopol L 3726 MU milik korban tergeletak hanya berjarak sekitar dua meter dari tubuhnya.

Motor menghadap utara dengan kondisi remuk serta setang dan joknya terlepas. Di lokasi, tampak bekas goresan sepeda motor yang terlempar dari badan jalan menikung tersebut. Pangkal goresan itu menyisakan bekas seperti titik tumbur. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kecelakaan misterius #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #hutan watu blorok mojokerto #sekolah ongko loro #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #watu blorok dawarblandong #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #kecelakaan di watu blorok #mojokerto #trowulan #onde-onde