Korban adalah NAP, 40, warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Kali pertama jasad korban ditemukan oleh sang istri, SNS, 34, kemarin sekitar pukul 00.15. Korban ditemukan tewas menggantung di belakang rumah. ’’Saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan keluarga, sudah sekitar sebulan ini katanya korban sering terlihat melamun,’’ ungkap Kapolsek Ngoro Kompol Subiyanto.
Hasil pemeriksaan dan olah tempat perkara (TKP) menunjukkan, kejadian bermula saat korban berpamitan pada istrinya. Jika korban hendak nongkrong ke rumah tetangganya pada Minggu (13/08) sekitar pukul 21.00. Namun, hingga larut malam korban tak kunjung kembali pulang. ’’Karena sampai larut malam korban ini tak kunjung kembali, akhirnya istrinya mencari,’’ ungkapnya.
SNS yang mulai cemas kemudian meminta bantuan ayahnya atau mertua korban, RAT, 55, untuk mencari keberadaan RAP. Usai keliling rumah tetangga mencari korban, keduanya dikagetkan dengan kondisi RAP yang menggantung tak bernyawa di belakang rumah. ’’Sekitar pukul 00.15 (Senin, 15/8) istri korban menemukan NAP sudah dalam gantung diri,’’ ucapnya.
Istri korban yang panik dan syok lantas melaporkan ke keluarga dan perangkat desa setempat untuk diteruskan ke kepolisian. Petugas Polsek Ngoro langsung melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi. Jasad korban divisum di UPT Puskesmas Manduro. Hasilnya, tidak ditemukan bekas kekerasan pada jasad korban.
’’Tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada jasad korban. Pihak keluarga sepakat menyatakan agar jasad korban tidak dilakukan otopsi dan menerima hal ini sebagai musibah,’’ tandas Subiyanto. Sehingga jasad ayah tiga anak tersebut bisa segera dikebumikan di pemakaman desa setempat. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah