Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto dari Satlantas Polres Mojokerto Kota menunjukkan, sebanyak 221 kecelakaan tersebut terjadi selama tujuh bulan terakhir. Yakni periode Januari hingga Juli. Akibatnya, 271 korban mengalami luka ringan, 20 korban luka berat, serta 60 korban meninggal dunia.
Dari 221 kecelakaan itu, 43 di antaranya merupakan kejadian maut hingga memicu korban meninggal dunia. Data yang sama menunjukkan, seluruh kejadian kecelakaan yang ditangani kepolisian itu telah menimbulkan kerugian material hingga Rp 355.500.000. Yang menarik, berdasarkan data tersebut kecelakaan didominasi melibatkan laki-laki. Jumlahnya yakni sebanyak 363 orang. Sedangkan, perempuan hanya 175 orang.
Pihak kepolisian menyebut, sebagian besar kasus kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua. Terdapat sejumlah faktor yang memicu kecelakaan. ’’Yang utamanya karena human error dan tidak patuh aturan lalu lintas,’’ ujar Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota Ipda Lukman Basoni.
Menurutnya, perilaku berkendara dengan melawan arus atau menerobos lampu merah kerap menjadi faktor pemicu kecelakaan. Selain itu, masih banyaknya pengendara yang tidak mengenakan helm meningkatkan risiko fatalitas kecelakaan.
Pihaknya mendorong supaya pengguna jalan mematuhi aturan yang ada. Selain itu, kewaspadaan dan kehati-hatian saat berkendara juga perlu diperhatikan. ’’Jangan kebut-kebutan dan pastikan memaksakan diri seperti ketika mengantuk,’’ imbuhnya.
Sebab, tak jarang kecelakaan maut dipicu karena korban berkendara saat mengantuk. Sepeti kecelakaan menonjol di Tol Sumo yang melibatkan bus pariwisata Mei lalu. 16 korban tewas dan belasan lainnya luka-luka. Kasus kecelakaan yang saat ini sebentar lagi disidangkan itu diduga dipicu lantaran sopir truk mengantuk dan mengonsumsi narkoba. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah