Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mabuk, Pemotor Asal Gondang Mojokerto Tewas Usai Tabrak Panggung Hajatan

Fendy Hermansyah • Jumat, 22 Juli 2022 | 17:40 WIB
NAHAS: Petugas saat tengah mengevakuasi jasad korban usai dilakukan olah TKP di lokasi kemarin dini hari.
NAHAS: Petugas saat tengah mengevakuasi jasad korban usai dilakukan olah TKP di lokasi kemarin dini hari.
Sempat Dirawat Tiga Hari di Rumah Sakit

GONDANG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nasib malang dialami Arman Velani, 21. Warga Dusun Jatirejo, Desa Centong, Kecamatan Gondang dinyatakan meninggal usai tiga hari menjalani perawatan di RSI Sakinah Sooko. Itu setelah Arman menabrak panggung hajatan warga sepulangnya dari kondangan, Kamis (14/7) lalu.

Peristiwa itu bermula saat Arman yang mengendarai motor Honda Vario melaju pulang dari Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang. Saat itu, pria yang juga sebagai buruh PT Bondvast Indo Sukses itu melaju tanpa hambatan. Hingga korban yang berkendara seorang diri melaju melintasi Jalan Dusun Jatirejo, Desa Centong.

Dari situ celaka bermula. Saat itu, di jalan desa tersebut salah seorang warga tengah menggelar hajatan hingga hampir seluruh bagian jalan dengan lebar sekitar empat meter itu ditutup. Warga tengah memasang terop dan panggung untuk nikahan yang akan digelar esok harinya. ”(Panggung) ttu hajatannya Pak Jani, nikahkan anaknya. Di utara panggung sudah dipalang sama kayu, tapi memang ada sekitar satu meter yang tidak tertutup. Jadi masih bisa dilewati motor,” terang Sarju, 53, warga setempat.

Meski terdapat tanda jalan ditututp sementara sekitar seratus meter dari lokasi, korban tetap menggeber gas motornya. Hingga, korban menghantam kerangka besi panggung dengan ketinggian sekitar satu meter itu. ”Kemungkinan saat itu korban jalannya banter. Soalnya sampai ndelosor masuk lewati kolongnya panggung,” ungkapnya.

Kerasnya benturan membuat Arman mengalami luka serius di kepala dan patah tulang lengan kanan. Oleh warga, korban langsung dilarikan ke RSUD Sumberglagah Pacet. Hingga akhirnya korban dirujuk ke RSI Sakinah Sooko lantaran luka parah yang dialami. ”Itu kejadiannya sekitar pukul 00.30 Kamis (14/7). Langsung di bawa ke rumah sakit, dirujuk ke RSI Sakinah Sooko,” terangnya.

Namun nahas, usai dirawat selama tiga hari di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal. ”Setelah dirawat tiga hari itu akhirnya korban meninggal (Minggu, 17/7 ). Kondisi pertama masuk ke rumah sakit itu sudah koma. Katanya kepala korban dapat 40 jahitan,” urai Sarju. Pihaknya mengaku tak tahu menahu terkait pemicu kecelakaan tersebut. ”Enggak tahu, kalau mabuk kayaknya enggak. Cuma kabarnya dia baru pulang kondangan dari rumah temannya,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Syaiful Isro membenarkan adanya insiden tersebut. Diduga, korban dalam kondisi mabuk saat berkendara. Insiden tersebut telah ditangani Satlantas Polres Mojokerto untuk diproses lebih lanjut. ”Kemungkinan korban berkendara dalam kondisi mabuk. Karena izin acaranya di polres, kami limpahkan (insiden itu) untuk ditangani Satlantas Polres Mojokerto,” sebutnya, kemarin. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #pemotor tewas #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #laka tewas #Mojopahit #sekolah ongko loro #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde