Korban adalah Widarto, 50, warga Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Korban meregang nyawa di dalam gudang batu bara di pabrik kertas tersebut.
"Kurang tahu pasti kejadiannya jam berapa, mungkin sekitar pukul 02.00 (Kamis (7/7)," ujar Ahmad Syaiful Anam, salah seorang pekerja.
Informasi yang berhasil dihimpun, saat itu korban tengah melepas dan melipat terpal truk muatan batu bara yang bongkar muat di lokasi. Rampung melakukan tugasnya, Sudarto lantas duduk istirahat di lokasi yang dipenuhi tumpukan batu bara.
Korban masih di lokasi meski sejumlah truk muatan batu bara rampung bongkar muat. Salah seorang pekerja lantas mengigatkan Ahmad jika ada Sudarto di lokasi. Yang saat itu posisi istirahat korban begitu berisiko.
Hingga sekitar pukul 03.30, korban masih ada tampak istirahat di tempat yang sama. Padahal saat itu hendak ada truk yang bongkar muat batu bara.
"Ada teman yang teriak supaya saya bangunkan korban buat melanjutkan pekerjaan. Waktu saya mau bangunkan, ternyata korban sudah meninggal," ungkapnya.
Rupanya, korban sudah meninggal dengan luka parah dibagian pinggul kirinya. Disinyalir, korban tewas akibat terlindas alat berat.
"Kurang tahu pasti karena terlindas atau gimana. Korban ini memang biasa bawa terpal buat istirahat di dalam gudang," terangnya. Mendapati insiden tersebut, sejumlah pekerja di lokasi lantas melaporkan ke pimpinan mereka untuk diteruskan ke kepolisian.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Saiful Hadi membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja di pabrik kertas tersebut.
Hanya saja, pihaknya belum bisa komentar banyak soal penyebab tewasnya salah seorang pekerja tersebut. "Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Korban dipastikan mengalami luka di bagian pinggul kirinya," terangnya.
Dibantu Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban lantas dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek untuk dilakukan visum. (vad/fen) Editor : Fendy Hermansyah