Evakuasi ular berlangsung sekitar pukul 06.00 melibatkan empat petugas damkar. Ular yang ditempatkan di kandang ayam milik salah satu warga tersebut langsung dimasukkan ke karung. ’’Karena warga resah akhirnya meminta bantuan untuk dievakuasi,’’ terang Komandan Regu Pos Damkar Kabupaten Mojokerto Sukamto.
Sebelum akhirnya diserahkan ke petugas, ular tersebut sempat dipelihara selama empat hari. Kamto menceritakan, awalnya warga menangkap ular berukuran besar itu saat melintas di jalan depan makam Dusun Janti. Oleh warga, ular itu kemudian dimasukkan ke kandang ayam. ’’Kepercayaan masyarakat dibiarkan dulu selama empat hari, karena tidak ada apa-apa sehingga diserahkan ke kami,’’ jelasnya.
Selama empat hari, ular jenis sanca kembang yang memiliki panjang sekitar empat meter itu dibiarkan dalam kandang bambu. Namun, semakin lama, warga mulai khawatir dan resah dengan keberadaan ular di kampungnya yang menurut Kamto memiliki berat kurang lebih 50 kg ini. ’’Alhamdulillah tidak sampai memakan ternak,’’ ular dia.
Setelah dievakuasi, ular tersebut dilepaskan di hutan. Kamto meminta warga untuk melaporkan apabila menemukan hewan liar yang masuk perkampungan. Dirinya juga menimbau supaya warga berhati-hati karena kerap terjadi binatang liar yang keluar dari sarangnya. ’’Karena sekarang musimnya habis panen, mungkin ular mencari mangsa sehingga sampai kampung,’’ katanya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah