Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lagi, Empat Warung ’’Esek-Esek’’ Dibongkar

Fendy Hermansyah • Jumat, 17 Juni 2022 | 19:55 WIB
DALAM PENGAWASAN: Petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto saat membantu porses pembongkaran empat warung remang-remang di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari.
DALAM PENGAWASAN: Petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto saat membantu porses pembongkaran empat warung remang-remang di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari.
17 Lainnya Tersegel dan Tanpa Listrik
MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Warung remang-remang di kawasan Janti, Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, terus berguguran. Terakhir, empat pemilik warung esek-esek membongkar warungnya secara mandiri.

Itu setelah Satpol PP Kabupaten Mojokerto melakukan serangkaian langkah represif seperti memutus seluruh aliran listrik bagi warung penyedia jasa prostitusi itu. Kasatpol PP Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq mengatakan, pembongkaran tersebut seperti berguguranya sejumlah warung esek-esek sebelumnya. Yakni dengan membongkar secara mandiri.

Pemilik warung mengaku menyerah hingga meminta difasilitasi aparat penegak perda ntuk memboyong sejumlah perabot dan sisa pembongkaran warung. ’’Pembongkarannya mulai Selasa (14/6) pagi, total ada empat warung yang dibongkar lagi,’’ ujarnya kemarin.

Empat warung itu masing-masing milik Hermin, Eny, dan Sum. Dari 28 warung remang-remang yang ada, kini tersisa 17 warung dalam kondisi tersegel dan tanpa listrik.

Eddy mengatakan, proses pembongkaran dan fasilitas pengiriman berlangsung sehari penuh. ’’Kami fasilitasi satu armada truk milik Satpol PP untuk bantu kirim ke rumah pemilik. Salah satunya kami bantu kirim ke Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar,’’ terangnya.

Dikatakannya, terus bergugurannya pengelola warung penyedia jasa ’’plus-plus’’ itu merupakan dampak langkah represif yang diterapkannya. Selain pemutusan aliran listrik, menurutnya, tidak diperpanjangnya kontrak oleh pemilik lahan begitu berpengaruh. Sehingga, para penyewa sekaligus pengelola warung ’’esek-esek’’ mesti langkah kaki dari kawasan Janti.

’’Karena memang pemilik lahan kami wanti-wanti agar tidak diperpanjang sewanya. Memang setelah pengelola ini pergi atau bahkan pindah dari Awang-Awang ke tempat lain, akan jadi PR tersendiri. Tapi setidaknya, cara penyelesaian di sana bisa jadi percontohan untuk selesaikan kasus serupa,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, kawasan warung ’’esek-esek’’ tersebut dilumpuhkan petugas dengan pemutusan jaringan listrik pada Selasa (24/5). Menggandeng PLN UP3 Mojokerto, setidaknya 11 meteran listrik yang dikeler ke sejumlah warung tersebut diputus dan disita.

Otomatis, hal tersebut semakin memperkecil peluang kembali beroperasinya warung esek-esek yang disegel tersebut. Berselang beberapa hari, tiga warung langsung dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#warung esek-esek #warung esek dibongkar #warung remang-remang mojokerto #warung esek janti #warung esek mojosari