Kejadian itu berawal saat korban tengah menjemput anak sulungnya yang bersekolah di MI Wajib Belajar Pekukuhan. Sepulang sekolah, korban yang saat itu bersama kedua anak balita dan batitanya, tak langsung pulang. Justru, korban lanjut ke rumah rekannya di Dusun Sambikerep, Desa Pekukuhan. ”Itu sekitar pukul 09.30. Istri saya memang sambil momong anak. Jadi waktu ke rumah temannya itu sama tiga anak saya setelah jemput anak pertama,” ujar suami korban, Dedi Setiyadi.
Mengendarai motor Honda Scoopy bernopol S 2986 QQ, korban melaju ke arah selatan tanpa ada hambatan. Namun, sesampainya di lokasi, tiba-tiba seorang pengendara motor sejenis Honda GL memepet korban yang tengah melaju.
Tampak lihai, tangan kiri pelaku menjarah laci kanan motor matic korban. Hanya dalam hitungan detik, ponsel Redmi Note 10 S milik korban berpindah tangan. ”Padahal waktu itu ada anak saya yang dibonceng depan. Tangan pelaku itu meminggirkan kaki anak saya, sambil motornya jalan. Jadi sepertinya pelaku ini sudah biasa jambret seperti itu,” urai pria 35 tahun itu.
Usai menggondol HP korban, pelaku lantas tancap gas kabur ke arah selatan. ”Itu lokasinya 100 meter dari rumah teman istri. Istri saya gak sempat melawan, soalnya lagi sama anak-anak. Ya teriak saja, untung anak-anak tidak apa-apa. Istri saya sempat syok saja terus ditolong sama temannya itu,” imbuhnya.
Setelah mengalami kejadian tersebut, korban sempat menghubungi nomor telepon ponselnya. Namun nihil. Ponsel pintar itu tidak bisa dihubungi lantaran dalam kondisi off.
Lebih lanjut, saat kejadian, kondisi lalu lintas di lokasi tengah lengang. Pelaku yang beraksi seorang diri seolah leluasa menjambret korban. Pihaknya belum mengantongi ciri khusus pelaku. Namun, saat beraksi, pelaku yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu tidak memakai helm. ”Informasi dari warga, sudah kejadian beberapa kali di situ. Jadi sepertinya pelaku ini menyasar korban yang lemah supaya gak bisa melawan,” tandas Dedi. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah