KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Pemkab Mojokerto memprediksi hari ini menjadi puncak mudik lebaran 1443 H. Sebagai antisipasi kemacetan, mulai hari ini (28/4), angkutan barang juga dilarang melintas di jalur protokol.
Hal itu diungkapkan Kepala Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Mojokerto (DPRKP2), Rahmat Suharyono, kemarin (27/4). Dia menegaskan, sesuai surat Dirjen perhubungan darat kementerian perhubungan dan surat edaran nomor 45/2022 tentang peraturan lalu lintas jalan selama angkutan lebaran, mulai Kamis (28/4) pembatasan kendaraan angkutan barang sudah diberlakukan.
Di antaranya, mobil barang dengan jumlah berat yang diizinkan lebih dari 14 ton, mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan dan gandengan. ’’Termasuk kategori yang dilarang juga mobil barang yang digunakan untuk pengangkutan galian tanah, pasir, dan batu, serta bahan tambang dan bangunan,’’ ungkapnya.
Menurutnya, pelarangan ini untuk menjamin keselamatan lalu lintas selama angkutan lebaran, dan kelancaran serta kenyamanan lalu lintas. Untuk arus mudik, pelarangan ini berlaku, hari ini (28/4) hingga 30 April. Mulai pukul 07.00-24.00 dan 1 Mei berlaku pukul 07.00-12.00. ’’Dikecualikan untuk kendaraan pengangkut kebutuhan pokok. Juga bahan bakar minyak ataupun bahan bakar gas, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang,’’ tegasnya.
Bagi yang melanggar tentu ada sanksi tegas diberikan. Selain tilang, bisa jadi kendaraan akan dikandangkan oleh petugas kepolisian yang memiliki wewenang. Rahmat mengaku, libur lebaran kali ini memang benar-benar menjadi atensi. Hal itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan mudik.
Momentum ini juga bakal dimanfaatkan masyarakat lantaran sudah dua tahun terakhir tak ada mudik akibat pandemi covid-19. ’’Puncak arus mudiknya kita prediksi besok (hari ini), kepadatan bakal terjadi di sore hari,’’ tandasnya.
Sejumlah personil pun disiagakan. Baik secara mobile atau pun stand by di pos-pos pengamanan ketupat bersama petugas gabungan. ’’26 personil ikut pamdalops dan 15 personil masuk di tim rekasi cepat PJU,’’ tuturnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah