Lima Menit, Rp 80 Juta Amblas

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Sabtu, 23 April 2022 | 15:59 WIB
MISTERIUS: RAT menunjukkan bukti pengaduan kasus hilangnya saldo rekening miliknya secara tiba-tiba, kemarin.
MISTERIUS: RAT menunjukkan bukti pengaduan kasus hilangnya saldo rekening miliknya secara tiba-tiba, kemarin.
Ditelepon Orang Tak Dikenal, Saldo Mendadak Hilang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Saldo rekening milik RAT, 32, terkuras secara misterius dalam waktu lima menit. Uang sebesar Rp 80 juta amblas setelah dirinya mendapat panggilan dari nomor yang mengaku sebagai pegawai bank. Kini, warga Desa Dinoyo, kecamatan Jatirejo, tersebut melaporkan kasus yang dialaminya ke Polda Jatim.

Telepon dari nomor 0816236724 itu masuk pada Jumat (8/4) petang pukul 17.34. Nomor tersebut tak dikenalnya. Setelah diangkat, orang di balik panggilan mengaku sebagai pihak bank BRI dan menerangkan jika dirinya mendapat poin yang nantinya dapat ditukar dengan hadiah. Sebagai syarat pencairan hadiah, dia diminta menyebutkan kode OTP yang telah dikirim melalui SMS ke nomor HP-nya.

RAT mengaku tidak memenuhi permintaan pelaku. Selama lima menit perbincangan, dia berusaha melayani pelaku dengan menjawab sekenanya. ”Teleponnya hanya lima menitan, terus tak matikan. Setelah itu menelepon lagi sampai 12 kali berbunyi tidak tak angkat,” ungkapnya kemarin (22/4).

Baru setelah mendapat panggilan tersebut, akun mobile banking BRI miliknya mendadak tidak bisa dibuka. Menurutnya, akses masuk telah terblokir dan akunnya sudah keluar (log out). Karana khawatir, RAT pergi ke ATM terdekat rumahnya. Tak disangka, uang sebesar Rp 80 juta yang tersimpan rekeningnya tenyata sudah amblas. ”Saya langsung telpon call center BRI, katanya bakal diproses dua minggu,” imbuh pemilik persewaan dekorasi ini.

Pada rekening koran yang dimintanya kepada bank pada Senin (11/4), terdapat transaksi sebesar Rp 80.002.000 kepada rekening BRIVA atas nama PT Sinar Digital Terdepan (Xendit) dengan nama penerima Zakaria. Transaksi itu tercatat pada pukul 17.39, tepat lima menit setelah korban menerima telepon dari pelaku. Akibat kejadian itu, ATM yang awalnya bersaldo Rp 80.590.766.40 tinggal Rp 487.766.40.

Dia sempat datang ke Polres Mojokerto untuk melapor dan diarahkan untuk langsung ke Polda Jatim. Selasa (19/4) lalu, dia melaporkan dugaan tindak pidana ilegal akses yang dialaminya ke Subdit Siber Ditreskrimum Polda Jatim. Surat tanda terima pengaduan itu dipegangnya. Kemarin (22/4), di samping langkah hukum, RAT berusaha meminta pertanggungjawaban dari pihak bank.

Dia datang ke BRI Kantor Cabang Mojokerto di Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto untuk menanyakan perkembangan kasusnya. Hasilnya, pihak bank tidak bisa menjamin jika uangnya bakal kembali. ”Pihak bank mengatakan tidak mungkin ATM-nya bisa diakses kalau OTP-nya tidak diberikan. Kalau soal uangnya sulit untuk dikembalikan,” terang Bripka Suharmanto, petugas Satsabhara Polres Mojokerto Kota yang turun mengantar korban. Menurutnya, banyak aduan serupa yang telah diterima pihak bank mengenai hilangnya saldo secara tiba-tiba.

Belum ada komentar resmi dari pihak Bank BRI Kantor Cabang Mojokerto terkait saldo nasabah yang bisa berpindah tanpa persetujuan pemilik tersebut. ”Terkait pendapat apapun ke media, yang boleh memberikan pendapat hanya pimpinan cabang. Maaf saya tidak diperbolehkan,” kata Adi Yudha P, Manajer Bisnis Mikro BRI Mojokerto dihubungi tadi malam. Komentar serupa juga disampaikan oleh Nurhayati, selaku AMBM BRI Kantor Cabang Mojokerto saat dihubungi Jawa Pos Radar Mojokerto.(adi/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
ditelepon orang tak dikenal saldo atm bri amblas saldo atm menghilang