Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hindari Tabrakan, Masuk Parit, Muatan Hanyut

Imron Arlado • Kamis, 12 November 2020 | 16:10 WIB
hindari-tabrakan-masuk-parit-muatan-hanyut
hindari-tabrakan-masuk-parit-muatan-hanyut

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Truk pengangkut perabot rumah tangga nyungsep ke parit di Jalan Raya Gedeg-Ploso, Rabu 11/11) pukul 09.00. Tepatnya di depan Musala Baitul Izzah Dusun Mulyosari, Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg. Sebelumnya, truk berusaha menghindari kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan.


Muatan truk yang didominasi oleh panci serta barang lain seperti kipas angin dan kursi bayi itu pun kocar-kacir. Bahkan, tidak sedikit yang hanyut terbawa aliran parit. Kejadian tersebut membuat warga sekitar tergerak untuk membantu mengumpulkan barang yang berserakan dan hanyut. ’’Untungnya banyak yang membantu,’’ ungkap Eko Susanto, 30, sopir truk.


Awalnya truk bernopol R 1448 PE itu melaju dengan kecepatan standar dari arah barat. Tiba-tiba sebuah mobil dari arah berlawanan sudah berada di depannya. Sontak sopir membanting setir ke arah kiri untuk menghindari benturan. ’’Mobilnya nyalip sepeda motor,’’ ungkapnya.


Eko sudah tidak sempat mengendalikan truk yang telanjur di bahu jalan.  Ia yang terpaksa membanting setir ke kiri tidak mungkin langsung banting lagi ke kanan. Sebab, truk bisa terguling jika. Truk dengan muatan penuh itu pun tersungkur ke parit. ’’Kalau tak banting ke kanan takut oleng. Kalau lurus malah nabrak tiang listrik ini,’’ terangnya.


Sebelum masuk parit, truk sempat menyerempet batang pohon dan tersangkut. Eko mengatakan, jika tidak tersangkut ke pohon, kejadian itu bakal lebih parah. ’’Kalau gak nyangkut, ya paling nabrak plengsengan ini,’’ katanya.


Beruntung sopir selamat dan tidak menderita luka sama sekali. ’’Alhamdulillah masih diberi keselamatan,’’ ungkapnya.


Sedianya truk tersebut akan mengirim barang dari Jakarta ke Krian. Eko sudah melakukan perjalanan selama dua hari. ’’Baru istirahat di daerah Babat kok,’’ ungkapnya.


Guna dilakukan evakuasi, sementara ini muatan dipindahkan ke truk lain. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir lebih dari Rp 5 juta. ’’Kalau soal truk nanti bakal ditarik dengan truk lain saja,’’ pungkas pria asli Semarang itu. (adi)



 

Editor : Imron Arlado