Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bus vs Pikap, Satu Tewas, Empat Luka-Luka

Imron Arlado • Rabu, 11 Desember 2019 | 15:38 WIB
bus-vs-pikap-satu-tewas-empat-luka-luka
bus-vs-pikap-satu-tewas-empat-luka-luka

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kecelakaan maut antara bus pariwisata dengan mobil pikap terjadi di Jalan Raya Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (10/12) dini hari.


Pengemudi pikap Nopol S 8627 WI, Faruch Hidayatul Mubarok, 23, tewas di lokasi. Warga Dusun Kweden Wetan, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar ini, meregang nyawa setelah tergencet ruang kemudi pikap yang dikemudikan.


Empat korban dari penumpang pikap juga harus dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari akibat mengalami luka-luka. Di antaranya, Andrean Eka Bima Tara Putra, 20, Fernando Okta Ilyas, 21, warga Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, dan Arimba Diana, 29, serta Ayik, warga asal Dusun Gendeng Lembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmor, Kabupaten Banyuwangi.


Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Edy Widoyono, menjelaskan, kecelakaan terjadi pukul 01.15 dini hari. Diawali dari mobil pikap yang dikemudikan Faruch berjalan dari arah Mojoari ke Kota Mojokerto atau hendak kembali pulang ke Desa Kweden Kembar. Nahas, di tengah perjalanan, pikap yang mengangkut peralatan dekorasi pesta pernikahan itu diduga oleng ke kanan. ’’Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan melintas bus pariwisata,’’ ungkapnya.


Jarak yang cukup dekat membuat kecelakaan tak bisa dihindari. Bus dan pikap bertabrakan dan saling adu moncong. Benturan keras membuat lima penumpang yang kesemuanya berada di ruang kemudi pikap mengalami luka-luka. Bahkan, sang sopir, Faruch, tewas di lokasi. Dia mengalami luka parah di kepala karena terbentur. Bahkan, tubuhnya terjepit ruang kemudi. Sedangkan, empat penumpang lainnya yang sama-sama di ruang kemudi dengan posisi dua diantara dipangku dua penumpang lainnya turut mengalami luka-luka.


Andrean Eka Bima Tara Putra mengalami luka robek di wajah dan lecet di kaki kanan, Fernando Okta Ilyas luka memar di perut, Arimba Diana luka memar di perut, serta Ayik mengalami luka di kepala dan hidung. ’’Dari empat korban ini, tiga dinyatakan rawat jalan. satu korban atas nama Ayik statusnya masih rawat inap di rumah sakit,’’ tegasnya.


Sementara sopir bus Nopol S 7264 UW, Muhammad Nai, 56, warga asal Desa Mojodukuh, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, hanya mengalami luka ringan. Tangan kanannya luka akibat mengalami benturan di ruang kemudi. Untuk proses penyelidikan, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah diamankan ke mapolres sebagai barang bukti. Sedangkan, sopir bus masih menjalani pemeriksaan tim unitlaka. ’’Ini masih kita cari tahu penyebabnya, apakah sopir mengantuk atau bagaimana,’’ tegasnya.


Yang jelas, lanjut Edy, dalam kecelakaan ini kedua kendaraan saling adu moncong hingga mengakibatkan bodi depan pikap maupun bus mengalami kerusakan. ’’Besok (hari ini, Red) baru kita periksa. Tadi (kemarin, Red) masih melengkapi keterangan di tempat kejadian perkara (TKP),’’ paparnya. Kasus kecelakaan ini menambah daftar korban jiwa.


Menyusul,  sebelumnya, tercatat ada 6 korban meregang nyawa. Terhitung, dalam sepekan saja ada 19 kasus kecelakaan. Baik yang melibatkan sepeda motor, kendaraan pribadi, angkutan umum, dan truk. Dengan demikian, total sudah ada tujuh orang meninggal dunia. Sedangkan, korban luka-luka mencapai 21 orang.

Editor : Imron Arlado