Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tewas Terpeleset hendak Beri Makan Kambing

Moch. Chariris • Selasa, 22 Januari 2019 | 10:00 WIB
tewas-terpeleset-hendak-beri-makan-kambing
tewas-terpeleset-hendak-beri-makan-kambing

MOJOKERTO - Warga Dusun Kesono, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, digemparkan temuan mayat di Kali Papat, Senin sore (21/1). Mayat tersebut ditemukan warga tanpa busana tersangkut batu besar di tepi sungai.



Tepatnya, di perbatasan Dlanggu dan Gondang sekitar pukul 14.30. Identitas mayat diketahui bernama Ngadi, 67, warga Dusun Ketintang, Desa Bakalan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Mayat tersebut kali pertama ditemukan seorang warga saat hendak mengecek kondisi sawah miliknya.



’’Saya mencium bau busuk di dekat sungai,’’ kata Tubin, warga Kedunggede, Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu. Ia pun mengecek sumber bau. Didapati sesosok mayat tergeletak tersangkut di sebuah batu besar di tepi Sungai Papat di perbatasan Kecamatan Gondang-Dlanggu.



Menurut keterangan pihak keluarga, korban terakhir di rumahnya pada hari Sabtu (19/1) pukul 19.30. ’’Maghrib masih makan,’’ kata Khoiron, 35, mudin Dusun Kesono di lokasi.



Pas malam hari itu korban tidak mengatakan hendak pergi. Hanya kelihatannya ke bagian belakang rumah. Menurutnya, atas keterangan dari pihak keluarga, biasannya korban ke belakang hanya untuk memberi makan kambing yang kandangnya memang mepet sungai.



Di lokasi tersebut ratusan warga berkerumun sepanjang tepi sungai dan juga jalan pinggir sawah. Mayat tersebut baru dievakuasi pukul 17.50 ke RSU Prof. dr. Soekandar Mojosari menggunakan mobil ambulans.



Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Aris Santoso, dari anak kandungnya, dugaan sementara korban terpeleset. ’’Diduga korban terpeleset pada saat kasih makan ternaknya karena jalannya licin,’’ katanya. (sad)



 

Editor : Moch. Chariris