Alfiyah Berliana, Bukti Kecintaan pada Si Kulit Bundar

Farisma Romawan • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:47 WIB
Alfiyah Berliana, seorang pengawas pertandingan (match commissioner) perempuan asal Mojokerto. (dok pribadi)
Alfiyah Berliana, seorang pengawas pertandingan (match commissioner) perempuan asal Mojokerto. (dok pribadi)

DUNIA sepak bola identik dengan dunianya kaum Adam. Namun, anggapan tersebut perlahan bergeser seiring munculnya figur-figur kaum Hawa yang menghiasi lapangan hijau. Salah satunya Alfiyah Berliana, seorang pengawas pertandingan (match commissioner) perempuan asal Mojokerto. Sejak musim lalu, ia kembali didapuk sebagai pengawas pertandingan (PP) untuk pertandingan Liga Championship.

Wanita asal Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging ini ingin membuktikan kecintaannya pada si kulit bundar membawanya ikut berperan aktif dalam jajaran tata kelola sepak bola profesional tanah air. Ketertarikan Alfiyah bukan sebatas menikmati jalannya laga sebagai penonton melainkan juga mendalami regulasi, tata kelola pertandingan, serta manajemen turnamen yang adil dan sportif.

Langkahnya terjun ke dunia profesional sepak bola tidaklah instan. Ia harus melalui berbagai tahapan pendidikan, pelatihan, serta lisensi resmi yang dikeluarkan oleh federasi sepak bola nasional (PSSI). Dukungan penuh dari sang suami yang juga mantan pemain PS Mojokerto Putra (PSMP) Wulyono turut memupuk ketekunannya. Hingga menembus jajaran pengawas pertandingan di kompetisi level profesional. ”Sekarang sudah di Liga Championship. Biasanya sebulan dua kali ikut menjadi PP,” terangnya.

Dalam mengawal pertandingan, ibu dua anak ini dituntut mampu memastikan kelayakan venue stadion, mulai dari kualitas rumput, ruang ganti pemain, hingga fasilitas medis dan evakuasi. Selain itu, juga memeriksa keabsahan dokumen pemain dan official, serta memimpin match coordination meeting (MCM).

Ia juga wajib menyusun laporan komprehensif pasca-pertandingan yang menjadi acuan resmi bagi komisi disiplin federasi. Meski tugasnya seabrek, namun Alfiyah mengaku cukup menikmati. ”Kalau kerja memang prioritas. Tetapi jika ada tugas PSSI ya saya ambil cuti tahunan. Menikmati saja, karena sudah biasa sejak kecil,” pungkasnya. (far/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pengawas pertandingan perempuan macth commissioner si kulit bundar