Saiful Anam, Dua Periode Nakhodai FPRB Kabupaten Mojokerto

Farisma Romawan • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 10:07 WIB
KONSISTEN: Saiful Anam ketika menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan relawan di Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu. (dok Anam for JPRM)
KONSISTEN: Saiful Anam ketika menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan relawan di Kabupaten Jember, beberapa waktu lalu. (dok Anam for JPRM)

Konsisten Bangun Kemandirian Ratusan Relawan Bencana

DEDIKASI dan komitmen Saiful Anam dalam dunia kebencanaan di Kabupaten Mojokerto tak perlu diragukan lagi. Sosok yang dipercaya memimpin Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto ini terus menunjukkan peran strategisnya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Kepercayaan besar yang diemban Saiful Anam terbukti dari rekam jejaknya selama dua periode berturut-turut memimpin FPRB, yakni periode 2022-2025 dan kembali melanjutkan pengabdiannya pada periode 2025-2030. Di bawah kepemimpinannya, FPRB kini telah menaungi sedikitnya 22 lembaga relawan dengan jumlah anggota mencapai ratusan personel.

’’Kehadiran ratusan relawan ini menjadi benteng pertahanan utama dalam penanggulangan bencana di wilayah Mojokerto dan sekitarnya,’’ ujar warga Desa Warugunung, Kecamatan Pacet ini. Selama menjadi koordinator, nilai utama yang terus ditanamkan Anam adalah semangat kemandirian.

Bersama para relawan, FPRB senantiasa sigap dan mandiri saat menjalankan tugas kedaruratan maupun agenda pengoperasian pengurangan risiko bencana (PRB) di lapangan. Menurutnya, kesiapsiagaan bukan hanya soal merespons saat bencana terjadi. Tetapi bagaimana memitigasi dan mengedukasi masyarakat sejak dini sehingga risiko bencana bisa diminimalkan.

Bentuk nyata dari komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai program. Seperti, sosialisasi dan edukasi di lini pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan untuk membekali siswa serta tenaga pengajar akan pentingnya tanggap bencana.

Lalu juga menjadi fasilitator dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) agar masyarakat di tingkat desa memiliki kapasitas dan ketangguhan mandiri saat menghadapi potensi ancaman bencana. Tak hanya berkiprah di tingkat lokal, Anam juga mengonsolidasikan jejaring relawan dalam skala lintas daerah.

Salah satu gebrakan besarnya adalah sukses menyelenggarakan kegiatan Urban SAR (Urban Search and Rescue) di Gondang, Kabupaten Mojokerto. Ajang latihan dan koordinasi berskala besar ini berhasil menghadirkan tak kurang dari 350 relawan dari berbagai penjuru Jawa dan Bali. Saat itu, isu yang menjadi fokusnya saat ini adalah kesiapsiagaan di jalur rawan kecelakaan di Rest Area Sendi, Pacet.

’’Komitmen kami untuk terus merawat semangat gotong royong dan memperkuat kolaborasi pentahelix demi mewujudkan Mojokerto yang tangguh dan siap menghadapi risiko bencana,’’ pungkasnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
relawan mojokerto saiful anam koordinator forum relawan