NGORO - Mengantisipasi potensi kebakaran lahan kering di wilayahnya, Kapolsek Ngoro Polres Mojokerto, Kompol Heru Purwandi, menyiagakan jajaran Bhabinkamtibmas dengan alat pemadam tradisional berupa sapu gebyok.
Sapu bambu sepanjang dua meter tersebut diharapkan mampu menangani titik api awal di lahan kering secara cepat sebelum membesar, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas saat menerima laporan dari warga.
Wilayah Ngoro memiliki banyak titik lahan kering yang menjadi perhatian khusus kepolisian. Selain menyiagakan alat tersebut, petugas juga gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama yang berada di dekat permukiman.
’’Kami menyiagakan sapu gebyok ini sebagai langkah antisipasi awal agar api tidak meluas. Apalagi kawasan lahan kering di wilayah Ngoro terbilang cukup luas dan tersebar di banyak titik,’’ ujar Kompol Heru.
Ia menambahkan, Polsek Ngoro membawahi 19 desa. Setiap personel Bhabinkamtibmas ditugaskan untuk terus mengedukasi warga terkait pencegahan kebakaran serta cara penggunaan alat pemadam tradisional tersebut jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran lahan di wilayah mereka. (rif/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto