Keberanian saja tidak cukup bagi advokat muda dalam membela masyarakat yang membutuhkan keadilan. Butuh kejujuran dan kompetensi yang harus di upgrade demi menjaga kehormatan profesi. Dua prinsip tersebut yang terus ditekankan Muhammad Dhoufi, Ketua Young Lawyer Committee (YLC) Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Mojokerto kepada advokat muda di Mojokerto.
DIAMANAHI sebagai leader bagi lawyer muda, Dhoufi juga tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada rekan sejawatnya untuk terus berkontribusi nyata dalam memperjuangkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan. Motivasi itu tak lepas dari pengalamannya selama lebih dari 13 tahun berkiprah di dunia penegakan hukum di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto.
Menurutnya, advokat muda harus bisa menjaga idealisme dan teguh terhadap kode etik. Sebab, mereka masih memiliki semangat dan kepedulian sosial tinggi. Kompromi hingga praktik penyimpangan dalam penegakan hukum sebisa mungkin dihindari demi menjaga kehormatan dan integritas profesi advokat.
’’Kami menekankan kepada advokat generasi muda ini harus tampil berani dan jujur. Tidak langsung berfokus pada money oriented, tapi lebih mendahulukan trust kepada masyarakat atau klien yang memang membutuhkan. Dan sebisa mungkin juga menjaga idealisme sesuai kode etik advokat Indonesia,’’ terang bapak tiga anak ini.
Atas pengalaman dan kepakarannya itu, pria kelahiran 23 Juli 1984 ini dipercaya menjadi legal corporate di hampir 10 perusahaan modal asing (PMA) yang beroperasi di Surabaya. Dhoufi juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua YLC DPC Peradi Mojokerto masa bakti 2023-2028. Di bawah kepemimpinannya, wadah advokat muda ini diharapkan dapat melahirkan generasi advokat yang berintegritas.
Tentunya juga tangguh secara keilmuan sehingga mampu menjawab tantangan zaman. ’’Kelimuan hukum terus berkembang. Apalagi hukum pidana peninggalan kolonial saat ini sudah ditinggalkan dan beralih ke hukum keadilan restoratif. Dinamika ini yang harus bisa dijawab anggota kami di YLC dengan upgrading ilmu lewat seminar atau pelatihan-pelatihan,’’ tambahnya.
Untuk mewujudkan visi-misi tersebut, warga Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging ini terus berbenah melalui program kerja di YLC. Mulai dari diskusi rutin antaranggota sebulan sekali, ikut serta dalam seminar atau pelatihan hukum, upgrading kepemimpinan, hingga memberikan edukasi dan konsultasi gratis kepada masyarakat.
Bahkan, Dhoufi mencatatkan diri sebagai peserta terbaik dalam Leadership Development Program YLC pusat yang digelar pada 2025. ’’Upgrade ilmu itu wajib. Kami di YLC selalu sharing dan diskusi baik dalam memecahkan perkara maupun menambah pengetahuan dan kompetensi. Teknologi juga menjadi salah satu pendukung dalam mengasah kemampuan beracara,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto