Merdeka dan Berdamai dengan Diri Sendiri

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:55 WIB
Ps Dr. Benny Agustinus M.Th M.Pd.
Ps Dr. Benny Agustinus M.Th M.Pd.

Oleh: Ps Dr. Benny Agustinus M.Th M.Pd

SHALOM saudara yang dikasihi Tuhan, memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, apakah kita sebagai anak Tuhan benar benar sudah merdeka? Baik secara lahir maupun batin kita.

Sering kali kita masih dibelenggu dan belum merdeka dari kekhawatiran, ketakutan dan kekecewaan. Banyak hal yang membuat kita khawatir dan kecewa, apakah itu masalah ekonomi, sakit penyakit dan masalah keluarga. tetapi di momen kemerdekaan RI ini kita harus belajar untuk bisa merdeka dan berdamai dengan diri kita sendiri. Galatia 5:1, ’’Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.’’

Apa yang seharusnya kita lakukan supaya kita benar-benar Merdeka:

1. Sadari Identitas kita

Matius 16:24, ’’Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’’

Di sini Yesus sedang mengajarkan kepada kita untuk memahami siapa jati diri kita. Sebagai pengikut Kristus kita harus bisa memikul salib. Kita belajar untuk tidak mudah marah, untuk bisa melepaskan pengampunan, untuk bisa mengasihi musuh kita. Jika kita menyadari posisi kita sebagai anak-anak Tuhan maka kita tidak akan mudah tersinggung dan membalas kejahatan orang lain. kita bisa menebarkan kedamaian, toleransi satu sama lain dan saling menolong bukan saling menjatuhkan.

2.  Sadari Kita Perkasa di Hadapan Tuhan

Hakim Hakim 6:12, ’’Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”

Saudara yang dikasihi Tuhan. Di sini Tuhan ingin tunjukkan kepada kita pada saat itu seorang tokoh Alkitab yang bernama Gideon meskipun dia merasa rendah diri, dia merasa tidak mampu tetapi di hadapan Tuhan seorang Gideon adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa.

Saudara sering kali kita harus belajar melihat segala sesuatu dengan sudut pandang Tuhan, kita jangan melihat hidup kita dengan sudut pandang kita sendiri. Kalau kita memandang hidup kita dengan sudut pandang kita sendiri, maka kita tidak akan pernah mampu untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Tetapi jika kita mau melihat hodup kita dari sudut pandang Tuhan Yesus maka saudara dan saya adalah pahlawan yang gagah perkasa. Engkau pasti mampu menyelesaikan semua masalah dan beban hidupmu. Bahkan segala sesuatu yang engkau anggap itu mustahil, selama engkau bersama Yesus engkau akan melakukan perkara yang besar. Bahkan yang mustahil akan terjadi dalam hidupmu.

Jika kita mau melihat semuanya dengan sudut pandang Tuhan Yesus kristus maka kita pasti hidup penuh damai sejahtera dan sukacita.

3. Sadari Bahwa Tuhan Tidak Pernah Meninggalkan Kita

Ibrani 13: 5B, Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Di sini Tuhan ingin menunjukkan kepada kita, bahwa sedetikpun Tuhan tidak pernah meninggalkan hidup kita. Meskipun orang berusaha jatuhkan saudara, engkau tidak akan khawatir karena jika Tuhan yang mengangkat hidupmu maka tidak akan ada satu orang pun yang akan dapat menjatuhkan saudara

Meski engkau melihat ekonomi mu tidak baik baik saja, engkau melihat keluargamu carut marut, engkau melihat penyakitmu seperti mematikan. tetapi saat engkau menyadari bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan engkau, maka engkau tidak akan pernah khawatir.

Saudara perhatikan baik, bagi tuhan sangat mudah untuk meneduhkan badai, bagi tuhan terlalu mudah untuk menyelesaikan problem kita, tetapi terkadang tuhan ijinkan badai itu tetap ada, karena tuhan inginkan perubahan hidup kita,  tuhan inginkan perubahan karakter hidup kita untuk menjadi lebih baik.

Tuhan biarkan badai menerpa kita supaya saudara dan saya tetap berharap pada tuhan tetap melekat pada tuhan.

Perhatikan baik, Tuhan tidak menghilangkan Dapur Api pada Sadrakh Mesakh Abednego, tetapi Tuhan tetap menyertai Sadrakh Mesakh Abednego dalam melewatinya. Tuhan tidak menghilangkan Gua Singa pada Daniel. Tapi Tuhan mengatupkan mulut Singa pada saat daniel dimasukkan ke Gua Singa.

Terkadang Tuhan tidak menghilangkan badainya, terkadang Tuhan tidak menghilangkan masalahnya. Tetapi satu hal Tuhan selalu menyertai saudara dan saya melewati semua badai dan masalah dan semua badai dan masalah diijinkan Tuhan itu tetap hadir terutama  untuk mengubah kita jadi lebih baik. Tetap semangat dalam Tuhan dan Tuhan Yesus memberkati. Merdeka! (*)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
pendeta mojokerto esai radar mojokerto esai merdeka opini radar mojokerto