Anggota Komisi XII DPR RI
Mojokerto bukan sekadar kawasan untuk mendulang suara. Bagi Meitri Citra Wardani, di tanah kelahirannya inilah akar pengabdian tumbuh. Mojokerto baginya adalah tempat belajar menjadi wakil rakyat yang bersedia mendengar persoalan dan mencarikan solusi. Meski di Senayan terlihat sederhana, namun langkah dan gagasannya sangat menentukan kehidupan masyarakat.
LAHIR di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Meitri terus menunjukkan jati dirinya sebagai putri daerah. Wanita 32 tahun ini bahkan tak segan hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Mendengarkan keluhan, memahami persoalan menjadi kompasnya dalam memperjuangkan hak masyarakat.
’’Politik harus hadir dan dapat dirasakan dalam kehidupan masyarakat melalui lingkungan yang lebih sehat, energi yang lebih handal, serta kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda,’’ tegasnya. Di parlemen, pemilik lebih dari 117 ribu suara ini menduduki Komisi XII, yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi.
Ia juga menjalankan tugas diplomasi parlemen melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP). Dalam setiap tugasnya, Meitri berusaha membawa energi baru. Tidak berhenti pada pidato, ia juga kerap membawa keluhan warga ke senayan untuk dibahas bersama dalam rapat.
Salah satu contohnya, persoalan pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Randegan, Kota Mojokerto. Masalah tersebut berangkat dari keresahan masyarakat yang hidup di sekitar TPA. Warga menghadapi persoalan yang sangat dekat di kehidupan mereka. Yakni pencemaran lingkungan akibat sampah yang terus ditumpuk.
Aspirasi itu lantas ia bawa ke ruang pengawasan Komisi XII DPR RI. Lulusan Universitas Sahid Jakarta ini juga mendorong adanya revitalisasi TPA, perbaikan pengelolaan air lindi, penambahan fasilitas pemilahan sampah, penyediaan tandon air bersih bagi warga terdampak. ’’Kami membangun pola sekaligus karakter kerja, yakni mendengar keluhan warga, membawa persoalan ke parlemen, turun memeriksa kondisi sebenarnya, dan mengawal penyelesaian bersama pemerintah,’’ imbuhnya.
Tidak hanya soal lingkungan, ketersediaan energi seperti listrik hingga bahan bakar minyak (BBM) juga ia awasi. Sebab, energi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Akan tetapi faktanya, masih ada ribuan keluarga di Jawa Timur yang belum menikmati akses listrik secara layak. Untuk itu, ia ikut mengawal Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan PLN.
Meitri ingin memastikan kebutuhan listrik tidak berhenti hanya menjadi daftar usulan, tetapi betul-betul menjangkau masyarakat yang membutuhkan. ’’Alhamdulillah ribuan rumah yang telah memperoleh penerangan memadai. Anak-anak dapat belajar lebih nyaman, orang tua beraktivitas lebih aman dan berkesempatan mengembangkan perekonomiannya,’’ tandasnya.
Menjadi salah satu legislator muda, Meitri juga perhatian terhadap generasinya agar lebih dekat dan aktif dalam politik. Ia juga berharap pemuda menjadi jembatan dalam menyelesaikan persoalan di beberapa sektor seperti ketersediaan lapangan pekerjaan, akses pendidikan, energi murah, lingkungan sehat, kesempatan luas berusaha, hingga ruang kreativitas.
Meitri meyakini masa depan daerah akan lebih banyak ditentukan anak mudanya yang mampu menciptakan gagasan, mengembangkan usaha, menguasai teknologi, menjaga lingkungan, dan berani terlibat dalam pembangunan. ’’Generasi muda harus ditempatkan bukan sebagai penerima hasil pembangunan, tetapi sebagai pelaku pembangunannya,’’ tambah Meitri.
Perjalanan Meitri di parlemen masih panjang. Tantangan di Dapil Jawa Timur VIII juga tidak sedikit. Baginya, aspirasi tidak cukup hanya didengar, tapi harus diperjuangkan. Persoalan juga tidak cukup dikunjungi, tapi dikawal penyelesaiannya.
Dan program pemerintah tidak cukup hanya dalam dokumen anggaran, tapi juga harus terealisasi hingga mampu membawa manfaat sampai ke rumah-rumah masyarakat. ’’Pengabdian bukan soal seberapa banyak yang dikatakan, melainkan seberapa nyata manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy HermansyahSumber : Radar Mojokerto