DI balik berbagai aktivitasnya, Megawati tetap memegang prinsip bahwa seorang pemimpin harus terus belajar. Dengan demikian, ia pun aktif mengikuti berbagai forum, memperluas jejaring, serta membuka diri terhadap ide-ide baru.
Baginya, belajar bukan lagi soal usia ataupun jenjang pendidikan, melainkan kebutuhan agar mampu terus berkembang di tengah perubahan zaman. Dalam setiap kesempatan, ia juga selalu mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang entrepreneur tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya omzet atau luasnya jaringan bisnis.
”Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika sebuah usaha mampu membuka lapangan pekerjaan, memberdayakan masyarakat, memberikan inspirasi, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya,” urainya.
Sebagai perempuan yang berkiprah di dunia akademik sekaligus dunia usaha, Megawati menunjukkan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan. Ia membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi fondasi lahirnya inovasi bisnis, sementara pengalaman berwirausaha mampu memperkaya perspektif dalam dunia pendidikan.
Ke depan, ia berharap semakin banyak generasi muda Mojokerto yang berani bermimpi besar dan tidak takut memulai. Menurutnya, setiap usaha besar selalu diawali oleh langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. ”Selama ada kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan membangun kolaborasi, peluang untuk berkembang akan selalu terbuka,” tuturnya.
Bagi Megawati, entrepreneurship bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk terus menciptakan nilai. Nilai yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melahirkan kesempatan, menggerakkan perubahan, dan membawa manfaat bagi lebih banyak orang.
Itulah semangat yang terus ia bawa dalam setiap langkah pengabdian, baik sebagai entrepreneur, akademisi, maupun pemimpin organisasi, dengan harapan dapat ikut membangun Mojokerto yang semakin maju melalui lahirnya generasi pengusaha muda yang inovatif, berdaya saing, dan berintegritas. (ron/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto