Bagi Megawati Citra Alam, menjadi seorang entrepreneur bukanlah sekadar membangun bisnis atau mengejar keuntungan. Lebih dari itu, kewirausahaan adalah tentang keberanian menciptakan peluang, menghadirkan solusi, dan membawa manfaat bagi banyak orang. Prinsip itulah yang hingga kini menjadi pegangan perempuan yang dipercaya memimpin Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Mojokerto periode 2024-2027 tersebut.
PERJALANAN Megawati di dunia usaha lahir dari keyakinan sederhana bahwa setiap tantangan selalu menyimpan peluang. Sejak awal, ia tidak pernah memandang bisnis sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai media untuk berkarya, belajar, sekaligus memberdayakan masyarakat. Cara pandang tersebut terus mengiringi setiap langkahnya, baik sebagai entrepreneur, akademisi, maupun pemimpin organisasi. Latar belakangnya sebagai dosen di bidang agribisnis memberikan warna tersendiri dalam perjalanan kewirausahaannya.
Dunia akademik membentuk pola pikir yang sistematis, kritis, dan berbasis riset, sementara dunia bisnis mengajarkannya untuk bergerak cepat, berani mengambil keputusan, dan mampu membaca perubahan. Dua dunia yang sering dianggap berbeda itu justru berpadu menjadi kekuatan yang saling melengkapi. ”Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan akan memiliki makna ketika mampu diwujudkan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata,” ujar Megawati.
Ia menuturkan, sebuah bisnis akan lebih kuat apabila dibangun di atas pengetahuan, perencanaan, dan kemampuan beradaptasi. Filosofi inilah yang membuat setiap langkah usaha yang dijalankannya selalu berorientasi pada keberlanjutan. ”Sehingga bukan sekadar mengejar hasil dalam waktu singkat,” imbuhnya. Dalam perjalanan membangun usaha, ia menyadari bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari mencoba, gagal, mengevaluasi, hingga kembali bangkit dengan cara yang lebih baik. Bagi Megawati, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses belajar yang akan membentuk karakter seorang entrepreneur.
Ia menegaskan, kepercayaan untuk memimpin HIPMI Kota Mojokerto menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan tersebut. Amanah itu dimaknainya sebagai kesempatan untuk menghadirkan lebih banyak ruang tumbuh bagi para pengusaha muda.
Megawati ingin HIPMI tidak hanya dikenal sebagai organisasi para pengusaha, tetapi juga menjadi tempat lahirnya kolaborasi, inovasi, dan semangat saling menguatkan. Di bawah kepemimpinannya, HIPMI diarahkan menjadi wadah yang mampu menjembatani dunia usaha dengan pemerintah, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dari berbagai elemen agar semakin banyak peluang usaha yang tercipta dan semakin banyak anak muda yang berani memulai bisnisnya sendiri. ”Saya meyakini bahwa tantangan dunia usaha saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Perubahan teknologi, digitalisasi, hingga pergeseran perilaku konsumen menuntut setiap entrepreneur untuk terus belajar. Makanya, saya selalu mendorong para pengusaha muda agar tidak cepat merasa puas,” tandasnya.
Kemampuan beradaptasi, terangnya, adalah modal utama untuk tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat. Semangat tersebut juga dibawanya ke dunia pendidikan. Sebagai seorang akademisi, ia tidak hanya mengajarkan teori kewirausahaan di ruang kelas, tetapi juga berusaha menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk menciptakan peluang usaha sejak dini.
Baginya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang mampu menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari pekerjaan. Megawati percaya bahwa pendidikan dan entrepreneurship tidak dapat dipisahkan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya inovasi, sementara dunia usaha menjadi tempat untuk mengimplementasikan berbagai gagasan yang lahir dari proses akademik. ”Ketika keduanya berjalan beriringan, akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan kehidupan,” imbuhnya. (ron/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto