Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI, Staf Khusus Menteri Desa Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan

Farisma Romawan • Jumat, 17 Juli 2026 | 20:02 WIB
Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI, Staf Khusus Menteri Desa Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan
Dr HM Afif Zamroni, Lc, MEI, Staf Khusus Menteri Desa Bidang SDM dan Hubungan Kelembagaan

 Menyelami Denyut Nadi Nusantara, Refleksi Pengabdian dari Jantung Desa

Desa bukan sekadar titik di pinggiran peta, melainkan fondasi utama yang menopang ketahanan bangsa. Bagi M Afif Zamroni, menjadi Staf Khusus Menteri Desa Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hubungan Kelembagaan bukanlah sekadar mandat birokrasi. Lebih dari itu, amanah tersebut justru sebuah panggilan dalam menjembatani potensi terbesar yang dimiliki negeri ini, yakni manusia dan ikatan sosialnya. 

BANYAK yang bertanya, apa sebenarnya esensi dari tugas yang diembannya sejak November 2024 lalu. Ia lantas menjawabnya dengan sederhana namun penuh esensial, yakni membangun desa yang dimulai dengan membangun manusianya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur fisik memang krusial, tetapi tanpa kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan tata kelola kelembagaan yang kuat, kemajuan fisik tidak akan bisa berkelanjutan. 

’’Kontribusi yang terus kami upayakan adalah memastikan bahwa setiap kebijakan, program, dan inisiatif benar-benar berakar pada peningkatan kompetensi warga desa, serta mempererat sinergi antarlembaga, mulai dari pusat hingga ke perangkat desa,’’ terang pria yang akrab disapa Gus Afif ini. Menurutnya, pemerintah hari ini tengah membangun ekosistem di mana desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang mandiri dan berdaya saing. 

Akan tetapi, strategi di atas kertas tidak pernah cukup tanpa merasakan langsung realitas di lapangan. Oleh karena itu, momen-momen blusukan ke berbagai desa selalu menjadi bagian yang paling ia nantikan. Baginya, ada kebahagiaan yang sulit dilukiskan ketika dirinya bisa menanggalkan sekat-sekat formalitas, berjalan menyusuri jalanan desa, dan berdialog langsung dengan para perangkat desa. Termasuk dengan petani, perajin, pemuda penggerak desa, hingga tokoh desa setempat. 

’’​Dari perjalanan satu desa ke desa lainnya, saya menemukan satu kebenaran yang mutlak. Yaitu tidak ada desa yang tidak memiliki keunggulan. Entah itu potensi wisata, budaya, seni, kerajinan, agribisnis yang luar biasa, komoditas lokal yang bernilai ekspor tinggi, hingga kekayaan ekologis yang menunggu untuk dikelola dengan tepat,’’ tambahnya. 

​Lebih dari itu, blusukan kian mempertemukannya dengan sejumlah local wisdom yang masih terawat. Cara warga desa menyelesaikan konflik, merawat alam, dan bergotong-royong ia nilai sebagai ’’teknologi sosial’’ tingkat tinggi yang sering kali luput dari pandangan masyarakat modern. 

Dan kearifan inilah yang menjadi ruh dalam setiap kebijakan dan kelembagaan yang ia susun. ’’Kami tidak datang untuk menggurui desa dengan cara-cara kota, melainkan memfasilitasi agar kearifan lokal tersebut bisa berakselerasi dengan kemajuan zaman,’’ urainya. 

​Bagi Gus Afif, pengabdiannya setahun lebih ini sama sekali bukan beban. Mengamati langsung bagaimana sebuah desa menggeliat, melihat secercah harapan di mata warga ketika potensi daerahnya diapresiasi, dan merajut kolaborasi antarlembaga demi kemajuan mereka adalah sebuah previlege. Baginya, semua itu adalah buah dari kecintaan mendalam terhadap denyut nadi Nusantara.

’’Tugas kami masih panjang, tetapi selama masih mau turun, mendengar, dan belajar dari kebijaksanaan desa, saya yakin kebangkitan Indonesia yang sesungguhnya yang dimulai dari desa bukanlah sebuah keniscayaan, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
stafsus mendes gus afif mojokerto jawa pos radar mojokerto award 2026 someone