Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mochammad Faiz Sholichin, Kepala SMK PTIPD Mojokerto Raih Gelar Doktor

Indah Oceananda • Rabu, 24 Juni 2026 | 02:04 WIB
ISTIMEWA: Kepala SMK PTIPD Mojokerto Mochammad Faiz Sholichin bersama keluarga usai meraih predikat Cum Laude dari Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto, kemarin (23/6). (Indah JPRM)
ISTIMEWA: Kepala SMK PTIPD Mojokerto Mochammad Faiz Sholichin bersama keluarga usai meraih predikat Cum Laude dari Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto, kemarin (23/6). (Indah JPRM)

DUNIA pendidikan kembali menorehkan kabar membanggakan. Di tengah kesibukannya memimpin lembaga pendidikan vokasi berbasis pesantren, Mochammad Faiz Sholichin berhasil meraih gelar Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam dengan predikat Cum Laude dari Universitas KH. Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.

Prestasi ini sekaligus menempatkannya sebagai Doktor ke-48 yang dilahirkan oleh Program Doktor Pendidikan Agama Islam universitas tersebut. Pencapaian tersebut menjadi bukti pengabdian sebagai pendidik dan pemimpin lembaga pendidikan tidak menghalangi pengembangan kapasitas akademiknya.

Saat ini, ia dikenal sebagai Kepala SMK Pesantren Terpadu untuk Industri dan Perguruan Tinggi (PTIPD) Mojokerto. Di bawah kepemimpinannya, sekolah ini terus berupaya mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi profesional sekaligus berakhlakul karimah. ’’Keberhasilan meraih gelar doktor ini menjadi capaian penting yang memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman,’’ katanya.

Gelar tersebut diperoleh setelah sukses mempertahankan disertasi berjudul Tarekat sebagai Sistem Pendidikan Akhlaq-Tasawuf (Studi Karakteristik Pendidikan Agama Islam dalam Tarekat Naqsyabandiyah wa Qadiriyah di Kabupaten Mojokerto). Melalui penelitian tersebut, ia mengangkat pentingnya nilai-nilai tasawuf dan pendidikan akhlak dalam membentuk karakter manusia yang utuh. ’’Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kematangan moral,’’ imbuh dia.

Berasal dari lingkungan sederhana dan tumbuh dalam tradisi pesantren, Mochammad Faiz Sholichin sejak muda telah terbiasa dengan kehidupan yang penuh disiplin dan perjuangan. Pendidikan pesantren membentuk karakter istiqamah, kesederhanaan, dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan.

Setelah menempuh pendidikan tinggi, ia memilih jalur pengabdian sebagai guru. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya dipercaya sebagai kepala sekolah sekaligus pengelola lembaga pendidikan berbasis pesantren. ’’Alhamdulillah, dengan konsistensi ini akhirnya membuahkan hasil dengan raihan predikat Cum Laude yang membanggakan,’’ paparnya.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya bagaimana meningkatkan kompetensi akademik peserta didik. Tetapi juga bagaimana membangun karakter dan moralitas mereka di tengah derasnya arus perubahan sosial dan teknologi. ’’Karena itu, hasil penelitian doktoral ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam mengintegrasikan pendidikan akhlak dan spiritualitas ke dalam sistem pendidikan modern,’’ ulasnya.

Keberhasilan Kepala SMK PTIPD Mojokerto meraih gelar doktor menjadi inspirasi bagi banyak kalangan, terutama para guru, santri, dan tenaga pendidik. Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMK Pesantren Terpadu di Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu dan Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Mojokerto untuk industri dan perguruan tinggi, dunia pesantren, serta masyarakat Mojokerto. ’’Harapannya, keberhasilan ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus menuntut ilmu dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan,’’ tandasnya.

Dengan raihan gelar doktor tersebut, Dr. Mochammad Faiz Sholichin, M.Pd.I. semakin mengukuhkan dirinya sebagai figur pendidik yang memadukan tradisi pesantren, kepemimpinan pendidikan, dan pengembangan keilmuan dalam satu napas pengabdian untuk umat dan bangsa. ’’Gelar doktor bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar untuk terus mengembangkan pendidikan, memperkuat karakter generasi muda, dan mengabdi kepada masyarakat,’’ pungkas dia. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Kepala SMK PTIPD Mojokerto #raih gelar doktor #Universitas KH. Abdul Chalim