Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketua IGRA Kabupaten Mojokerto Uswatun Chasanah, M.Pd, Syiarkan Peran RA dalam Mencetak Generasi Emas

Farisma Romawan • Minggu, 31 Mei 2026 | 03:03 WIB
Ketua IGRA Kabupaten Mojokerto, Uswatun Chasanah, M.Pd. (dok pribadi)
Ketua IGRA Kabupaten Mojokerto, Uswatun Chasanah, M.Pd. (dok pribadi)

Menjadi pemimpin bukan sekadar menjalankan rutinitas dan program kerja, melainkan sebuah amanah untuk bisa membawa perubahan nyata. Terutama bagi dunia pendidikan anak usia dini, Uswatun Chasanah ingin mengajak seluruh lembaga Raudhatul Athfal (RA) di Mojokerto ikut mensyiarkan perannya dalam mencetak generasi emas.

YA, didapuk sebagai Ketua Ikatan Guru RA (IGRA), Uus sapaan akrabnya terus menunjukkan progres positif dalam melahirkan generasi pendidik yang berkualitas. Di bawah kepemimpinannya, IGRA juga aktif menggelar berbagai program peningkatan kompetensi peserta didik. Bahkan, IGRA mampu membuat kegiatan secara serentak, seperti manasik haji bersama yang diikuti 11 ribu siswa dari 196 lembaga yang didampingi 1.068 guru RA se-Kabupaten Mojokerto.

Tidak hanya itu, Uus bersama seluruh pengurus IGRA juga terus mengembangkan visinya dalam mencetak anak usia dini yang berkarakter, berakhlakul karimah, dan siap menyongsong masa depan. Yang mana, visi tersebut juga tak lepas dari sentuhan tangan-tangan dingin para guru yang berkompeten dan profesional. ’’Yang jelas program kerja IGRA adalah menjadikan RA sebagai lembaga yang mampu mensyiarkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas,’’ ujarnya.

Untuk bisa mewujudkan cita-cita itu, wanita 48 tahun ini tak mengesampingkan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk ikut berkontribusi. Namun sebelum itu, Uus turut memberikan memberikan mereka dengan keterampilan khusus, salah satunya pelatihan kepemimpinan yang ditujukan agar para pendidik mampu memanajerial RA sebagai lembaga yang profesional. Mulai dari mengelola tata usaha, administrasi, hingga memikirkan arah perkembangan lembaga secara mandiri.

Menurut Uus, guru RA dituntut memiliki pandangan yang luas. ’’IGRA berkomitmen membekali para guru dengan skill manajerial. Bagaimana mereka mengelola lembaga, mengatur administrasi yang akuntabel, hingga membangun sinergi dengan wali murid dan masyarakat,’’ imbuhnya.

Guna memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, Uus juga rutin mengadakan berbagai pelatihan strategis lainnya. Salah satunya pemanfaatan teknologi digital di era disrupsi informasi seperti saat ini. Di mana, guru RA juga harus cakap dalam menggunakan aplikasi digital baik untuk pelaporan maupun sebagai media pembelajaran kreatif. ’’Kami juga akan ada pelatihan jurnalistik atau kreator konten agar RA ini juga mampu mensyiarkan pembelajarannya ke masyarakat luas. Sehingga kontribusinya dalam membangun pendidikan yang berkualitas terlihat nyata,’’ pungkasnya. (far/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna #ketua igra kabupaten mojokerto #IGRA Kabupaten Mojokerto