Menjadi pilar paling awal dalam pembentukan karakter dan kecerdasan generasi bangsa, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terus berevolusi dalam meningkatkan kualitas mutunya. Tak terkecuali 565 tenaga pendidik dari 195 Pos PAUD se-Kabupaten Mojokerto yang turut diperjuangkan Luqui Deviawaty, Ketua Himpunan Pendidik Pos PAUD dengan meningkatkan kualifikasi akademik hingga kesejahterannya.
DEVI sapaan akrabnya telah 7 tahun ini mendedikasikan waktu, pikiran, dan energinya untuk mengarsiteki perubahan besar bagi nasib para guru Pos PAUD di Kabupaten Mojokerto. Perjuangan yang paling mendasar adalah menstandarkan kualitas pendidik dengan meningkatkan kualifikasi akademiknya. Dari yang semula berlatar pendidikan SMA, meningkat menjadi sosok sarjana dengan jurusan khusus, yakni pendidikan anak usia dini.
’’Karena embrio Pos PAUD ini kan awalnya dari Posyandu, jadi banyak kader yang sebagian besar masih berpendidikan SMA,’’ terangnya. Sejak 2019, Devi ikut memfasilitasi para pendidik Pos PAUD ke jenjang sarjana. Yakni bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Majma’al Bahroin Mojogeneng, Jatirejo yang memiliki program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini.
Tidak hanya itu, wanita 49 tahun ini juga memberikan fasilitasi berupa pelatihan kompetensi pendidik bersama para tentor dan pengawas PAUD baik tingkat daerah maupun provinsi. ’’Melalui berbagai program kerja sama dan advokasi ini, perlahan namun pasti wajah pendidik Pos PAUD di Mojokerto mulai bertransformasi menjadi sarjana yang berkompeten,’’ terangnya.
Meski demikian, perjuangan ibu dua anak tak berhenti di ruang akademik. Ia juga memahami betul profesionalisme guru harus dihargai dengan kelayakan hidup. Untuk itu, warga Desa Randubango, Mojosari ini juga ikut mendorong kenaikan insentif bagi pendidik Pos PAUD agar sebanding dengan beban kerja mereka.
Yakni menjalin diplomasi insentif ke Pemkab Mojokerto agar secercah harapan baru tersebut dapat direalisasikan. Beruntung, alokasi insentif yang layak dan manusiawi tersebut akhirnya terkabul sejak tahun anggaran 2026. ’’Alhamdulillah, beberapa pertemuan dengan pemda, akhirnya ada kenaikan insentif untuk kesejahteraan para pendidik,’’ imbuhnya.
Selain fokus sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan, Devi juga menaruh perhatian besar pada aspek kelembagaan. Dengan memastikan anak-anak di Kabupaten Mojokerto mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan diakui negara. Untuk itu, ia turun tangan langsung memfasilitasi pendirian Pos PAUD baru di wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Bersama jajaran pengurus HP3 juga ikut mendampingi proses akreditasi lembaga-lembaga tersebut lewat bimbingan teknis, membantu pemenuhan standar nasional pendidikan hingga terakreditasi secara resmi. ’’Kami berharap HP3 bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan mesin penggerak kesejahteraan dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Mojokerto,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah