Oleh: Inayatu Khoirul Magfiroh, M. Pd
Guru Expert Social Class Madrasah Tsanawiyah 2 Nurul Islam Mojokerto
INTERAKSI sosial akan berlangsung di dalam setiap kelompok individu, manakala ada komunikasi antar individu tersebut. Interaksi adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya timbal balik atau adanya aksi dan reaksi. Sedangkan sosial adalah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antar individudalam tatanan hidup bermasyarakat.
Pada kenyataan di lingkungan sekolah masih banyak dijumpai dinamika interaksi sosial Lembaga Pendidikan tidak pernah berada didalam ke hampaan sosial (social vacum) Lembaga Pendidikan memengaruhi dan dipengauhi oleh masyarakat. Apabila Lembaga Pendidikan bergerak secara dinamika maka masyarakat akan berkembang secara dinamika dan sebaliknya. Itulah sebabnya ketelitian dalam memhami latar sosial, proses perubahan sosial dan dampak ikutannya akan menentukan keberhasilan Pendidikan, dan begitu pula sebaliknya. (Hamzah B. Uno, 2016: 89)
Subjek penelitian ini adalah siswa- siswi kelas VII SC MTs 2 Nurul Islam tahun ajaran 2024- 2025, yang berjumlah 33 orang. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dimana data kuantitatif diperoleh dari angket yang disebarkan kepada tim validator, guru mata pelajaran IPS, dan siswa- siswa kelas VII SC MTs 2 Nurul Islam, isi dari angket tersebut nantinya berupa kesimpulan dan saran atas isi dari modul tersebut layak atau tidaknya untuk digunakan dalam pembelajaran. Modul yang digunakan adalah berupa modul yang diterapkan di kelas bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kegiatan pembelajaran dengan menggunakan modul dari kondisi interaksi sosial siswa kelas VII di MTs 2 Nurul Islam. Serta untuk mengetahui aktifitas siswa/ peserta didik ketika berlangsung proses pembelajaran.
Penelitian pengembangan ini melalui beberapa tahapan. Tahapan dari penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:1). Menentukan potensi dan masalah. 2) Mengumpulkan informasi. 3) Desain modul. 4) Validasi modul. 5) Revisi modul. 6) Uji coba modul. 7)Produk akhir. Pengembangan bahan ajar IPS MTs menghasilkan modul yang sudah teruji dan layak untuk digunakan sesuai dengan komponen kualitas materi, komponen kualitas kebahasaan, dan komponen kualitas penyajian. Modul berisi tentang interaksi sosial di dalam dan di luar sekolah, sebagaimana telah dilampirkan pada lampiran 18. Modul telah diuji kualitas dan keefektifannya pada validator ahli dan dapat diterapkan pada proses pembelajaran IPS dikelas VII SC MTs 2 Nurul Islam. Sehingga dapat dikatakan sudah memenuhi kualitas dan keefektifan penggunaan modul. (*)
Editor : Fendy Hermansyah