Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cara Siswi MTs 2 Nurul Islam Mengelola Uang Saku Harian

Fendy Hermansyah • Kamis, 23 April 2026 | 02:56 WIB
Syifa Nur Nasya Azzahra dan Anindhita Prameswari, 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto. Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd.
Syifa Nur Nasya Azzahra dan Anindhita Prameswari, 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto. Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd.

Oleh: Syifa Nur Nasya Azzahra dan Anindhita Prameswari

MENGELOLA adalah proses seseorang dalam mengatur sesuatu dengan baik dan tepat. Salah satu contohnya adalah mengelola uang saku harian di pondok pesantren. Dengan mengatur uang saku, kita dapat memperoleh manfaat seperti hidup lebih hemat dan tidak boros. Mengelola keuangan merupakan kewajiban setiap individu agar dapat menjalani hidup sederhana dan tidak berlebihan. Saat ini, masih banyak generasi muda yang belum mampu menggunakan uang sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri menabung setiap hari.

Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Islam II yang berada di Tunggal Pager, Pungging, Mojokerto. Pondok pesantren ini berdiri sejak tahun 2010 dan memiliki ratusan santri dengan fasilitas yang cukup memadai. Rata-rata uang saku siswi MTs 2 sekitar Rp20.000 per hari, bahkan bisa lebih. Karena tinggal jauh dari orang tua, para siswi harus mampu mengatur keuangan sendiri dengan baik. Selain itu, di lingkungan pesantren terdapat berbagai kebutuhan dan pengeluaran sehingga dibutuhkan sikap jujur dan disiplin dalam mengelola uang.

Penelitian lain juga membahas pengaruh literasi keuangan, kemajuan teknologi, dan gaya hidup terhadap perilaku menabung pada Generasi Z. Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif dengan data berupa angka. Pengumpulan data dilakukan melalui angket atau kuesioner dengan teknik purposive sampling kepada sejumlah responden. Analisis data menggunakan metode deskriptif, uji regresi, dan uji beda (t-test) dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasilnya menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kemajuan teknologi berpengaruh positif terhadap kebiasaan menabung, terutama dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengelola keuangan.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam mengelola keuangan pribadi. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyusunan modul pelatihan, pembuatan video dokumentasi, serta publikasi ilmiah untuk memperluas penyebaran informasi. Secara umum, program ini memberikan dampak positif bagi siswa dalam membentuk kebiasaan keuangan yang baik serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang praktis dan relevan.

Uang saku dapat diartikan sebagai alat pembayaran yang digunakan untuk membeli barang dan jasa serta membayar kebutuhan lainnya. Uang memiliki beberapa fungsi, seperti sebagai alat tukar, satuan hitung, alat penyimpan nilai, dan standar pembayaran. Uang saku sering dianggap sama dengan uang jajan, yaitu uang yang diberikan untuk dibelanjakan sewaktu-waktu, terutama bagi anak yang belum memiliki penghasilan sendiri. Uang saku juga dapat menjadi sarana untuk melatih anak agar mampu mengelola keuangan sejak dini serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Mengelola uang saku pada dasarnya adalah melatih diri agar dapat mengatur keuangan dengan baik. Salah satu caranya adalah membuat catatan keuangan yang rapi. Selain itu, perlu merencanakan pengeluaran dengan jelas, mengantisipasi kebutuhan mendadak, serta berpikir rasional agar tidak membeli barang yang tidak diperlukan.

Metode penelitian yang digunakan dalam judul “Cara Siswi MTs 2 Mengelola Uang Saku Harian di Pondok Pesantren Nurul Islam” adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Islam, Mojokerto, Jawa Timur, selama dua minggu dengan beberapa siswi sebagai responden. Selama penelitian, dilakukan pengamatan langsung serta evaluasi terhadap cara mereka mengelola uang saku.

Dalam pelaksanaan penelitian, para siswi diminta menjawab pertanyaan melalui wawancara. Dari hasil wawancara diketahui bahwa sebagian siswi menyisihkan uang untuk ditabung dan menggunakan sisanya untuk kebutuhan seperti membayar kas dan keperluan lainnya. Agar tidak boros, mereka membuat catatan keuangan untuk mengatur pengeluaran sesuai kebutuhan. Ada juga yang pernah kehilangan uang sebesar Rp20.000, sehingga mereka menjadi lebih berhati-hati dan menyimpan uang di tempat yang aman. Secara umum, para santri mampu mengelola uang dengan baik karena memiliki kebiasaan menabung dan mencatat pengeluaran.

Pada wawancara lanjutan, salah satu siswi menyebutkan bahwa orang tuanya membelikannya celengan sebagai tempat menyimpan uang. Ketika uang mulai habis, mereka memilih untuk lebih hemat, mengurangi jajan, dan memanfaatkan makanan dari pondok. Manfaat menabung juga dirasakan saat liburan karena mereka dapat membeli barang yang diinginkan dari hasil tabungan.

Data responden terdiri dari beberapa siswi, yaitu Arsy, Davina, Meisa, Ziah, dan Anesty. Rata-rata uang saku mereka sekitar Rp20.000 per hari. Dari hasil pengamatan, sebagian uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan sisanya ditabung. Jumlah tabungan berbeda-beda tergantung cara masing-masing dalam mengelola uang. Salah satu siswi dengan tabungan terbanyak adalah Anesty, yang dapat menabung hingga Rp100.000 per bulan.

Secara umum, cara siswi MTs Nurul Islam dalam mengelola uang saku adalah dengan menabung dan mengatur pengeluaran agar tidak boros. Beberapa siswi juga menerapkan pola hidup hemat, seperti berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Selain itu, mereka sarapan dengan cukup agar tidak tergoda membeli jajan. Setiap siswi memiliki cara yang berbeda dalam mengatur keuangan, yang juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan pendapatan keluarga masing-masing. (*)

*) 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto

Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd

 

Editor : Fendy Hermansyah
#mts 2 nurul islam mojokerto #opini mahasiswa #radar mojokerto #opini siswa