Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

School Banking and Financial Literacy: Integrasi Nuris School Bank dalam Pembelajaran IPS guna Mewujudkan Generasi Santri Kompeten Finansial di Pondok Pesantren Nurul Islam

Fendy Hermansyah • Rabu, 22 April 2026 | 10:25 WIB
Fatimatuzzahro, S.Pd, Guru Expert Social MTs 2 Nurul Islam Mojokerto.
Fatimatuzzahro, S.Pd, Guru Expert Social MTs 2 Nurul Islam Mojokerto.

Oleh: Fatimatuzzahro, S.Pd

Guru Expert Social MTs 2 Nurul Islam Mojokerto

PERKEMBANGAN global menuntut individu tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Literasi keuangan menjadi kompetensi penting yang perlu ditanamkan sejak dini, terutama pada peserta didik tingkat menengah pertama. Dalam konteks pendidikan pesantren, seperti di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto, santri dituntut tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga mandiri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi.

Namun, pada kenyataannya, santri masih menghadapi tantangan dalam mengelola uang saku secara bijak, seperti perilaku konsumtif, kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta rendahnya kebiasaan menabung. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS masih cenderung teoritis dan belum menyentuh praktik nyata, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif.

Pondok Pesantren Nurul Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang mandiri dan bertanggung jawab. Salah satu unit pendidikannya, MTs 2 Nurul Islam, menjadi ruang implementasi pembelajaran formal yang terintegrasi dengan kehidupan pesantren. Inovasi yang dikembangkan adalah Nuris School Bank sebagai sarana edukasi sekaligus praktik pengelolaan keuangan. Melalui integrasinya dalam pembelajaran IPS di MTs 2 Nurul Islam, siswa tidak hanya memahami konsep ekonomi secara teoritis, tetapi juga menerapkannya melalui kegiatan menabung dan bertransaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program tersebut dalam meningkatkan literasi keuangan serta membentuk karakter dan perilaku finansial santri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Nuris School Bank dalam pembelajaran IPS di MTs 2 Nurul Islam memberikan dampak yang signifikan terhadap pemahaman dan perilaku keuangan santri. Melalui kegiatan menabung secara rutin, siswa tidak hanya memahami konsep dasar ekonomi seperti kebutuhan, keinginan, dan skala prioritas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini memberikan pengalaman nyata dalam mengenal fungsi lembaga keuangan, proses transaksi, serta pentingnya perencanaan keuangan. Santri yang terlibat cenderung lebih disiplin dalam mengelola uang saku, memiliki kebiasaan menabung, serta mampu mengurangi perilaku konsumtif.

Selain meningkatkan pemahaman kognitif, keberadaan Nuris School Bank juga berkontribusi dalam pembentukan karakter santri. Nilai-nilai seperti amanah, tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian berkembang melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pengelolaan keuangan sederhana. Dari perspektif pembelajaran IPS di MTs 2 Nurul Islam, integrasi ini menjadikan pembelajaran lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan santri, sejalan dengan pendekatan experiential learning yang menekankan keterlibatan aktif siswa.

Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi literasi keuangan melalui Nuris School Bank dalam pembelajaran IPS merupakan strategi yang efektif dalam mewujudkan generasi santri yang kompeten finansial. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi ekonomi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter yang berkelanjutan. Pendidikan yang baik bukan hanya yang mampu membuat siswa paham, tetapi yang mampu membuat mereka siap hidup. Dan dalam realitas hari ini, kesiapan itu tidak bisa dilepaskan dari satu hal mendasar: kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Dengan demikian, model ini layak dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan, khususnya pesantren. (*) 

Editor : Fendy Hermansyah
#mts 2 nurul islam mojokerto #opini guru #radar mojokerto #opini siswa