Oleh: Meisa Putri Fahrozi dan Fely Aulia Zahrotushita
9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto
Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M. Pd
MEMBACA merupakan salah satu kegiatan penting yang harus dibiasakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Membaca memiliki banyak manfaat, seperti menambah wawasan, meningkatkan keterampilan, serta membantu pengembangan diri. Melalui membaca, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga nilai-nilai moral. Membaca dapat menjadikan siswa lebih unggul, inovatif, dan mampu beradaptasi. Selain itu, kegiatan membaca juga dapat membantu meraih prestasi dan mengembangkan potensi diri, sehingga masa depan menjadi lebih baik.
Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh siswa melalui usaha dan kerja keras. Untuk meraih prestasi, siswa harus belajar dengan sungguh-sungguh. Prestasi dibagi menjadi dua, yaitu prestasi akademik dan non akademik. Prestasi akademik berkaitan dengan nilai pelajaran di sekolah, sedangkan prestasi non akademik berkaitan dengan bidang olahraga atau seni. Dalam penelitian ini, yang dimaksud prestasi adalah prestasi akademik, khususnya pada siswa OSIM yang tetap berprestasi meskipun aktif dalam kegiatan organisasi.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa kebiasaan membaca dan kecerdasan emosional berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, seperti pada siswa SMK di Kota Depok. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kebiasaan membaca dengan prestasi belajar. Perbedaan dengan penelitian ini adalah fokusnya pada kebiasaan membaca siswa OSIM dalam meningkatkan prestasi akademik. Membaca sendiri merupakan proses memahami isi tulisan untuk memperoleh informasi, sedangkan prestasi adalah hasil dari berbagai faktor yang memengaruhi proses belajar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Islam 2 selama satu bulan dengan dua narasumber siswa OSIM. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku, motivasi, dan kebiasaan membaca siswa secara mendalam melalui wawancara.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa membaca dianggap sebagai kewajiban bagi pelajar, bukan hanya sekadar hobi. Membaca dapat menambah wawasan dan menjadi langkah awal untuk meraih prestasi. Kebiasaan membaca pada siswa OSIM muncul karena keinginan untuk berprestasi dan menambah pengetahuan. Selain itu, membaca juga sering dilakukan saat waktu luang, sehingga tanpa disadari dapat meningkatkan pemahaman siswa.
Agar tetap berprestasi meskipun aktif dalam organisasi, siswa harus mampu mengatur waktu dengan baik. Waktu luang dapat dimanfaatkan untuk belajar dan membaca. Dengan manajemen waktu yang baik, siswa tetap bisa menjalankan organisasi sekaligus meraih prestasi akademik.
Berdasarkan data yang diperoleh, beberapa siswa memiliki kebiasaan membaca yang berbeda-beda, baik dari jenis buku maupun waktu yang dibutuhkan. Ada yang membaca ensiklopedia biologi selama beberapa hari, buku teknik, buku tokoh, hingga cerita pendek dalam waktu singkat. Dari kebiasaan tersebut, mereka mampu meraih berbagai prestasi, seperti juara dalam lomba akademik maupun non akademik seperti olahraga dan seni. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan membaca dapat berkontribusi terhadap pencapaian prestasi siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa membaca dapat menambah wawasan dan menjadi langkah awal untuk meraih prestasi. Semua prestasi berawal dari kebiasaan membaca, baik membaca buku pelajaran, novel, komik, maupun buku lainnya. Jika ingin mencapai prestasi, siswa harus rajin membaca setiap hari.
Selain itu, kegiatan organisasi tidak menjadi penghalang untuk berprestasi jika siswa mampu mengatur waktu dengan baik. Waktu luang dapat dimanfaatkan untuk belajar dan membaca. Dengan begitu, siswa tetap dapat aktif dalam organisasi sekaligus mencapai prestasi akademik yang baik. (*)
Editor : Fendy Hermansyah