Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Peran Teman Sebaya dalam Menerapkan Kedisiplinan di MTs 2 Nurul Islam

Fendy Hermansyah • Rabu, 22 April 2026 | 05:28 WIB
Yasmine Annisa Fatimatuzzahra dan Quinnsha Milano, Kelas 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto.
Yasmine Annisa Fatimatuzzahra dan Quinnsha Milano, Kelas 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto.

Oleh: Yasmine Annisa Fatimatuzzahra dan Quinnsha Milano

Kelas 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto

Pembimbing: Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd

KEDISIPLINAN adalah perilaku yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap disiplin sangat penting karena dapat membuat seseorang dipandang baik oleh masyarakat. Kedisiplinan juga merupakan salah satu karakter utama dalam membentuk moral siswa. Nilai disiplin termasuk nilai positif yang membantu pembentukan karakter. Contoh penerapannya di sekolah, seperti di MTs 2 Nurul Islam, antara lain datang tepat waktu, memakai atribut lengkap, membawa perlengkapan sesuai jadwal, serta menaati peraturan sekolah dengan baik.

Penerapan kedisiplinan di MTs 2 Nurul Islam sangat penting karena sekolah memiliki aturan yang harus dipatuhi oleh siswa. Jika semua siswa disiplin, maka lingkungan sekolah akan menjadi tertib dan nyaman. Teman sebaya memiliki peran besar dalam mendukung kedisiplinan. Oleh karena itu, siswa perlu saling mengingatkan tentang pentingnya disiplin agar dapat menjadi contoh yang baik di sekolah maupun masyarakat.

Jika kedisiplinan tidak diterapkan, akan muncul dampak negatif seperti datang terlambat, tidak mengerjakan tugas, tidak membawa perlengkapan, dan mendapatkan hukuman. Hal ini dapat menjadi kebiasaan buruk dan tidak disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, disiplin perlu dibiasakan sejak dini. Jika ada teman yang tidak disiplin, sebaiknya diingatkan dengan baik agar sikap disiplin tetap terjaga.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran teman sebaya dalam menerapkan disiplin di MTs 2 Nurul Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran tersebut serta dampak jika teman sebaya tidak menerapkan disiplin. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan peneliti, membantu pendidik dalam membina kedisiplinan, serta mendorong siswa agar dapat menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap siswa tentu ingin mencapai hasil belajar yang baik. Namun, dalam proses belajar sering terdapat hambatan. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri siswa maupun dari lingkungan, seperti kedisiplinan belajar dan pengaruh teman sebaya.

Pendidikan karakter sangat penting dalam dunia pendidikan karena dapat membentuk kepribadian yang baik. Contohnya adalah sikap kebersamaan, kemandirian, dan kedisiplinan. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, siswa dapat menjadi individu yang berkualitas. Teman sebaya adalah individu dengan usia dan tingkat kedewasaan yang hampir sama serta saling memengaruhi. Dalam kehidupan sekolah, teman sebaya berperan besar dalam membentuk sikap, perilaku, dan karakter melalui interaksi sehari-hari.

Kedisiplinan sendiri adalah sikap patuh terhadap aturan yang muncul dari kesadaran diri tanpa paksaan. Sikap ini terbentuk melalui latihan dan pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan secara langsung di MTs 2 Nurul Islam selama dua bulan dengan melibatkan tiga siswa sebagai narasumber. Penelitian dilakukan melalui tahap pelaksanaan dan evaluasi hasil.

Metode kualitatif bertujuan untuk memahami perilaku, persepsi, dan tindakan subjek secara menyeluruh. Data dikumpulkan melalui wawancara di lingkungan sekolah. Setiap narasumber diminta menjawab pertanyaan yang telah disiapkan oleh peneliti.

Berdasarkan data yang diperoleh, teman sebaya terdiri dari berbagai jenis, seperti teman sekelas, teman sekamar, dan teman satu angkatan. Dari hasil pengamatan, teman sekelas saling mengingatkan saat menjalankan piket kelas, teman sekamar menjaga kerukunan dan saling menghargai, sedangkan teman satu angkatan saling mengingatkan ketika ada masalah. Hal ini menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki peran dalam menjaga kedisiplinan melalui kebersamaan dan kepedulian.

Teman sebaya berperan penting dalam meningkatkan kedisiplinan karena mereka saling mengingatkan satu sama lain. Dengan adanya teman sebaya, sikap disiplin dapat dibangun bersama, baik di sekolah maupun di masyarakat. Teman juga membantu dalam mencapai tujuan karena manusia saling membutuhkan.

Salah satu peran utama teman sebaya adalah saling mengingatkan jika ada yang melakukan kesalahan. Jika sikap disiplin tidak diterapkan, maka akan muncul dampak seperti banyaknya pelanggaran dan hukuman, serta lingkungan yang tidak tertib. Oleh karena itu, kedisiplinan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang tertib, teratur, dan lebih baik. (*)

Editor : Fendy Hermansyah
#mts 2 nurul islam mojokerto #opini guru #radar mojokerto #opini siswa